Puluhan Siswa Baru di Blitar Dikeluarkan

Kamis, 06 Agustus 2015 - 08:27 WIB
Puluhan Siswa Baru di...
Puluhan Siswa Baru di Blitar Dikeluarkan
A A A
BLITAR - Sebanyak 80 siswa baru SMK Negeri 01 Udanawu Kabupaten Blitar, Jawa Timur dikeluarkan dari sekolah. Padahal, nama mereka tercantum dalam daftar pengumuman siswa baru 2015 yang diterima dan telah mengikuti masa orientasi siswa (MOS).

”Sebanyak 21 siswa dikeluarkan setelah MOS hari pertama. Selebihnya, dikeluarkan pada hari kedua,” ujar Koordinator LSM Poros Pendidikan Abdul Kholik yang menjadi juru bicara wali murid, kemarin. MOS yang diikuti sekitar 650 siswa baru tersebut berlangsung pada 27-29 Juli. Dan karena merasa bagian dari siswa yang telah diterima di sekolah itu, ke-80 siswa tersebut juga mengikuti MOS seperti siswasiswa yang lain.

Ironisnya, setelah mengikuti kegiatan hari pertama, mereka dipanggil ketua panitia penerimaan siswa baru( PSB) dan secara lisan dikatakan bahwa mereka tidak perlu masuk sekolah lagi mulai hari selanjutnya. Menurut Kholik, tidak sedikit siswa yang menangis histeris mendengar keputusan itu, terutama para siswa yang terlanjur kena hukuman penggundulan rambut selama kegiatan MOS.

”Banyak yang menangis histeris sesampai di rumah, bahkan ada yang mogok tidak mau masuk sekolah lain,” terangnya. Kholik mengaku sudah tiga kali mendatangi Ketua Panitia PSB Mujiono yang juga wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Jawaban Mujiono, kata Kholik, para siswa tidak mampu menunjukkan bukti fisik bahwa mereka telah terdaftar sebagai siswa SMKN 01 Udanawu.

Padahal, saat registrasi ulang dengan biaya Rp2 juta per siswa, para wali murid sudah menyiapkan dana. ”Namun, saat itu pihak sekolah mengatakan registrasinya belakangan saja. Yang penting, ikut MOS dulu,” terangnya. Kholik menduga sekolah telah melakukan permainan jualbeli bangku. Apalagi, ada sejumlah siswa ”siluman” yang memang disiapkan menggeser keberadaan siswa yang lebih dulu diterima.

Karena itu, Kholik meminta dinas pendidikan dan badan legislatif turun tangan mengatasi persoalan ini. Pasalnya, dia menilai langkah yang telah dilakukan SMKN 01 Udanawu merupakan bentuk arogansi dunia pendidikan. ”Kami juga telah mengadukan masalah ini ke badan legislatif. Kami berharap masalah tersebut diusut secara tuntas,” tegasnya.

Kepala SMKN 01 Udanawu Hartoyo mengatakan, pihaknya sudah menjalankan prosedur pendidikan sesuai aturan. Para siswa baru yang dikeluarkan itu karena tidak melakukan registrasi ulang. ”Jumlah mereka juga 40 siswa, bukan 80 siswa. Mereka tidak kunjung mendaftar ulang hingga batas waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Mengenai kehadiran para siswa di acara MOS, Hartoyo menyebut itu sebagai inisiatif yang bersangkutan. Menurutnya, sekolah tidak pernah meminta para siswa yang dikeluarkan untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan. ”Itu inisiatif siswa sendiri, bukan kemauan sekolah,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Totok Subihandono mengaku belum mendengar permasalahan itu. Namun, dia berjanji segera meminta keterangan pihak sekolah. ”Saya belum mendengar soal itu. Kami akan klarifikasi ke sekolah,” ujarnya singkat.

Solichan arif
(ftr)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved