Tempe Diusulkan sebagai Penganan Warisan Budaya Dunia

Rabu, 05 Agustus 2015 - 08:41 WIB
Tempe Diusulkan sebagai...
Tempe Diusulkan sebagai Penganan Warisan Budaya Dunia
A A A
BOGOR - Sulit rasanya memisahkan tempe dari makanan sehari-hari orang Indonesia. Penganan yang merupakan fermentasi kacang kedelai oleh kapang Rhizopus oligorus itu selalu ditemui dalam menu sehari-hari. Itulah yang mendasari usulan Institut Pertanian Bogor (IPB) agar United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mengakui tempe sebagai makanan asli Indonesia.

Upaya menjadikan tempe diakui salah satu badan PBB tersebut digagas sejumlah ahli gizi dan peneliti IPB yang tergabung dalam Pergizi Pangan Indonesia dan Forum Tempe Indonesia. Adapun yang mendasari usulan ini adalah saat ini sudah ada 20 negara yang melakukan penelitian dan membuat produk tempe.

”Sebelum diklaim oleh negara lain, kita harus mendaftarkan tempe menjadi makanan asli Indonesia, agar diakui dunia,” kata Sekretaris Jenderal Pergizi Pangan Made Astrawan di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Dia mengatakan, sejumlah negara di dunia di antaranya Jepang, Jerman, dan Malaysia bahkan telah mengembangkan tempe sebagai makanan berprotein tinggi yang bukan didapat dari hewan, ”Tempe merupakan salah satu pangan bergizi dan bagian dari diet sehat, karena proteinnya sama banyak dan tinggi seperti protein hewan,” imbuhnya.

Made menambahkan, proses pembuatan tempe yang unik sudah dilakukan nenek moyang kita. ”Ini merupakan bukti sejarah, menggunakan bahan dasar kedelai yang difermentasi yang pertama kali dibuat oleh masyarakat Klaten, Jawa Tengah sejak tahun 1700 lalu,” jelasnya.

Ketua Umum Pergizian Panganan Indonesia Herdiyansyah mengatakan, bagi masyarakat Indonesia tempe bukan hanya makanan, namun memiliki nilai budaya, sejarah, dan ekonomi bangsa. ”Terinspirasi dari pengakuan UNESCO yang sudah mengakui Kimchi dari Korea dan Batik dari Indonesia sebagai ‘Intangible Cultural Heritage of Humanity (ICHH) maka kami pun akan mendaftarkan tempe agar mendapat pengajuan juga,” jelasnya.

Akan tetapi, ungkap dia, pendaftaran agar tempe mendapat pengakuan dari dunia internasional, harus dilakukan langsung oleh pemerintah ke UNESCO. ”Pemerintah yang harus langsung mendaftarkannya, sehingga kami di sini akan terus berusaha mengumpulkan semua data terkait tempe agar bisa diajukan,” imbuhnya.

Data-data yang dikumpulkan tersebut mulai dari sejarah tempe, jenisnya, perusahaan, kandungan gizi, keunikan, dan sebagainya. ”Mudah-mudahan pemerintah tahun 2016 bisa langsung mendaftarkan tempe ke UNESCO menggunakan data- data yang kami kumpulkan, sehingga pada 2018 mendatang UNESCO sudah menetapkan tempe sebagai warisan dan budaya dunia,” paparnya.

Haryudi
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved