Mantan Dirut BBJ Dituntut 5 Tahun

Kamis, 30 Juli 2015 - 08:39 WIB
Mantan Dirut BBJ Dituntut...
Mantan Dirut BBJ Dituntut 5 Tahun
A A A
JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (PT BBJ) Sherman Rana Krishna dengan pidana penjara selama lima tahun.

JPU menilai Sherman selaku direktur utama PT BBJ atau Jakarta Futures Exchange (JFX) sekaligus komisaris utama PT Indokliring Internasional terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah menurut hukum, memberikan suap Rp7 miliar dari permintaan saham 10% atau Rp10 miliar kepada Syahrul Raja Sempurnaja selaku kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti Kemendag).

Penyuapan dilakukan Sherman bersama-sama dengan mantan Direktur Operasional PT BBJ Mochammad Bihar Sakti Wibowo (sudah dituntut empat tahun) dan Hassan Widjaja selaku komisaris utama PT BBJ (berkas masih penyidikan). Selain itu, Sherman juga dijatuhi hukuman denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan.

JPU Haerudin menyatakan perbuatan Sherman sesuai dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke- (1) KUHP. ”Tidak ada hal yang meringankan dalam diri terdakwa,” tandas Haerudin di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin.

Uang suap Rp7 miliar dimaksudkan untuk memuluskan keinginan PT BBJ mendirikan lembaga kliring berjangka PT Indokliring Internasional, dan agar Syahrul memproses pemberian izinnya.

Syahrul yang mengetahui BBJ berencana mendirikan lembaga kliring berjangka langsung memerintahkan Alfons Samosir selaku kepala Biro Hukum Bappebti agar meminta saham 10% kepada Bihar Sakti. Informasi itu kemudian disampaikan Bihar ke Sherman dan dibahas dalam rapat dewan komisaris dengan direksi PT BBJ. PT BBJ akhirnya memutuskan memberikan uang tunai ke Syahrul bukan saham.

Sherman yang diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk menanggapi tuntutan tidak memberikan komentar apa pun. Tim penasihat hukum Sherman mengatakan bahwa pihaknya dan juga Sherman secara pribadi akan mengajukan nota pembelaan (pleidoi).

Sabir laluhu
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved