Kicauan Yulianis Cermin Hukum di Indonesia Bobrok
Rabu, 29 Juli 2015 - 20:40 WIB
Kicauan Yulianis Cermin Hukum di Indonesia Bobrok
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPD asal Bali I Gede Pasek Suardika menyatakan, banyak mendapatkan bukti yang tak terungkap di persidangan kasus korupsi proyek Hambalang yang menjerat Anas Urbaningrum dan M Nazaruddin.
Sejumlah bukti tak terungkap itu dipaparkan oleh mantan bendahara terpidana kasus korupsi Hambalang M Nazaruddin, Yulianis di depan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di bilangan Matraman, Jakarta Timur.
"Buktinya ada banyak. Biar Yulianis saja yang ungkapkan. Pertemuan baru selesai," kata Pasek, Rabu (28/7/2015).
Diakui Pasek, dalam diskusi tertutup yang dilakukan antara dirinya, Yulianis, dan Mahfud MD, banyak bukti yang mengagetkan.
Menurutnya, bukti tersebut ada yang sengaja tidak ditelusuri hingga tuntas, ada pula bukti yang dimanipulasi, hingga bukti yang sengaja dicari-cari.
"Kita diskusi banyak. Dan kita ditunjukkan fakta-fakta dalam dokumen Yulianis yang tentu mengagetkan saya dan mengagetkan Pak Mahfud juga. Bahwa persoalan keadilan dan hukum di Indonesia ini sangat parah," ungkap Pasek.
"Ada fakta yang tidak pernah digarap dengan serius, problemnya di situ saja sebenarnya. Ada yang dibiarkan, ada yang dicari-cari, ada juga yang direkayasa. Itu inti yang saya lihat dari data Yulianis," imbuhnya.
Pilihan:
Polri Diminta Hati-hati Brimob Diberi Pelatihan Raider
Tolak Diperiksa, OC Kaligis: Lebih Baik Saya Ditembak Mati
Sejumlah bukti tak terungkap itu dipaparkan oleh mantan bendahara terpidana kasus korupsi Hambalang M Nazaruddin, Yulianis di depan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di bilangan Matraman, Jakarta Timur.
"Buktinya ada banyak. Biar Yulianis saja yang ungkapkan. Pertemuan baru selesai," kata Pasek, Rabu (28/7/2015).
Diakui Pasek, dalam diskusi tertutup yang dilakukan antara dirinya, Yulianis, dan Mahfud MD, banyak bukti yang mengagetkan.
Menurutnya, bukti tersebut ada yang sengaja tidak ditelusuri hingga tuntas, ada pula bukti yang dimanipulasi, hingga bukti yang sengaja dicari-cari.
"Kita diskusi banyak. Dan kita ditunjukkan fakta-fakta dalam dokumen Yulianis yang tentu mengagetkan saya dan mengagetkan Pak Mahfud juga. Bahwa persoalan keadilan dan hukum di Indonesia ini sangat parah," ungkap Pasek.
"Ada fakta yang tidak pernah digarap dengan serius, problemnya di situ saja sebenarnya. Ada yang dibiarkan, ada yang dicari-cari, ada juga yang direkayasa. Itu inti yang saya lihat dari data Yulianis," imbuhnya.
Pilihan:
Polri Diminta Hati-hati Brimob Diberi Pelatihan Raider
Tolak Diperiksa, OC Kaligis: Lebih Baik Saya Ditembak Mati
(maf)