Nasdem Nilai Calon Tunggal Tak Bisa Jadi Alasan Pilkada Diundur

Selasa, 28 Juli 2015 - 14:12 WIB
Nasdem Nilai Calon Tunggal...
Nasdem Nilai Calon Tunggal Tak Bisa Jadi Alasan Pilkada Diundur
A A A
JAKARTA - Perhelatan pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada akhir tahun 2015 kembali menemui persoalan baru. Kali ini masalah datang dari pencalonan tunggal.

Dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), jika suatu daerah hanya ada satu calon tunggal maka pilkada serentak akan diundur hingga tahun 2017.

Anggota Komisi II DPR Luthfy A Muty menilai, aturan tersebut akan menghentikan langkah calon yang sudah pasti diinginkan oleh warganya.

"Itu juga tak memberikan kredit positif bagi parpol yang mampu melaksanakan kaderisasi kepemimpinan secara baik," ujar Luthfy dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Selasa (28/7/2015).

Menurutnya, ada atau tidaknya calon tandingan tidak lantas harus memundurkan pilkada di daerah tersebut. Pasalnya, ada banyak kemungkinan jika di suatu daerah muncul pencalonan tunggal.

Pertama, tutur politikus Nasdem itu, bakal calon tersebut memang sangat diinginkan oleh masyarakat, angka popularitasnya sangat tinggi hingga mustahil muncul calon lain yang bisa menandingi.

"Pada dasarnya untuk alasan yang pertama sebenarnya sah-sah saja karena toh itu kehendak masyarakat," kata ketua DPD Nasdem Sulsel.

Kedua, lanjut dia, pencalonan tunggal dikarenakan rekayasa politik, yakni adanya upaya dari pasangan bakal calon yang memberikan uang ke sejumlah partai politik untuk menghindari adanya calon lain.

Maka itu, untuk menyempurnakan regulasi dalam pilkada serentak, justru PKPU harus meletakkan dasar pemikiran pada esensi. "Namun yang bahaya itu adalah pencalonan tunggal karena ada rekayasa politik yang dilakukan oleh bakal calon yang membayar partai lain, supaya enggak ada calon lagi," tandasnya.

PILIHAN:
Hanura Nilai Calon Tunggal Preseden Buruk bagi Pilkada

Djan & Romi Tak Pernah Duduk Bersama Bahas Pencalonan Pilkada
(kri)
Berita Terkait
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
PKS, PD, Nasdem Tak...
PKS, PD, Nasdem Tak Masuk Daftar Undangan, PAN: Yang Diundang Atas Restu Presiden
Jagoan Nasdem Sulsel...
Jagoan Nasdem Sulsel di Pilkada Serentak 2020 Siap Tempur
Koalisi Interdependen...
Koalisi Interdependen Miliki Peluang Besar Usung Anies Baswedan
Partai Demokrat Dukung...
Partai Demokrat Dukung Herman-Cik Maju Pilkada Sumsel
Pasang Kuda-kuda, Partai...
Pasang Kuda-kuda, Partai NasDem Incar Kursi Wali Kota Bandung
Berita Terkini
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved