Perampokan Wartawati Direncanakan

Selasa, 21 Juli 2015 - 10:13 WIB
Perampokan Wartawati...
Perampokan Wartawati Direncanakan
A A A
DEPOK - Polisi menangkap empat pelaku pembunuhan disertai perampokan Nur Baety Rofiq alias Bety, 44, wartawati freelance. Para pelaku mengaku sudah merencanakan aksi perampokan itu.

Empat pelaku yakni S,20; U,22; dan MP,20, diringkus di rumahnya masing-masing di Desa Rawapanjang, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, kemarin. Sedangkan, D,25, dibekuk di Bandung. Kasus tersebut berawal pada Jumat (3/7) ketika S, U, dan MP diajak oleh D untuk melakukan perampokan. Pelaku pun membeli pisau di Pasar Lama Citayam. Pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 05.00 WIB pelaku menjalankan aksinya.

U, D, dan S yang bertindak, sedangkan MP tidak ikut karena berhalangan. Ketiganya masuk ke rumah korban melalui pintu belakang yang di sampingnya terdapat sawah. Pintu dibuka dengan cara dicongkel. Sebelumnya para pelaku memastikan korban telah tidur karena habis santap sahur. Namun, saat mereka berhasil masuk tiba-tiba korban terbangun. Karena tepergok, mereka kemudian menganiaya korban yang melakukan perlawanan.

D yang memukul korban hingga tersungkur, kemudian U menusuk perut korban hingga sembilan kali. Setelah terluka parah, D kembali menikam leher korban. Usai dipastikan tak bernyawa, D mengikat tangan korban dan meninggalkan di ruang tamu. Korban baru ditemukan oleh kerabatnya pada Sabtu (18/7) pukul 13.00 WIB. Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono mengatakan, korban sudah meninggal sekitar 15 hari sebelum ditemukan.

Ketika ditemukan, jasadnya dalam keadaan rusak. ”Pelaku memang sudah merencanakan. Pelaku mengetahui kalau rumah itu sering kosong,” ujarnya kemarin. Barang-barang milik korban yang hilang yaitu kamera, laptop, tape recorder, dan ponsel. Sementara, sepeda motor dan perhiasan yang ada di tubuh korban tidak diambil oleh pelaku. Mengenai keterkaitan kasus ini dengan pekerjaan korban, kapolres memastikan bahwa kasus ini murni pencurian.

”Masih kami selidiki mengenai kemungkinan motif lain. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, ini kasus pencurian yang disertai kekerasan,” katanya. Barang hasil kejahatan kemudian dijual di Bojong Gede dan Margonda. Kamera dan laptop milik korban dijual seharga Rp2 juta. Uang hasil kejahatan dibagi-bagi, termasuk empat ponsel juga dibagi-bagi.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, mereka merampok untuk memenuhi kebutuhan Lebaran dan membeli minuman. Di hadapan polisi, tersangka U mengaku menusuk korban lantaran panik. Pisaunya diletakkan tak jauh dari lokasi kejadian. ”Saya panik dan nusuk ,” ucapnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, empat pelaku dijerat Pasal 365 jo 338 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari 15 tahun penjara.

Menurut kriminolog Universitas Indonesia (UI) Yogo Tri Hendiarto, kasus yang menimpa Bety bukan kasus biasa. Dia menduga ada motif lain di balik kasus yang diungkap sebagai perampokan disertai pembunuhan ini. ”Pembunuhan yang berkaitan dengan wartawan tidak boleh dikatakan kasus biasa. Harus dicari tahu latar belakangnya, bagaimana interaksi korban semasa hidupnya.

Apakah ada masalah dengan pemberitaan atau tidak?” ujarnya. Dia menyarankan untuk mengungkap kasus ini harus ditelusuri secara perlahan dan detail, termasuk barang bukti yang diungkap juga harus lengkap. Karena, hingga saat ini masih ada barang bukti yang belum diungkap yaitu laptop.

”Harus dikawal prosesnya, termasuk wartawan juga bisa memantaunya,” katanya. Yogo menduga ada pihak lain yang mendalangi kasus pembunuhan ini. Namun, untuk memastikannya, tentu diperlukan bukti kuat. Yang harus dilakukan saat ini mengumpulkan barang bukti yang mendukung dugaan tersebut.

”Harus dilihat secara detail. Apakah ada ancaman sebelumnya atau ada konflik antara korban dengan orang lain semasa hidupnya,” ucapnya. Jika dilihat dari motifnya yang menusuk hingga sembilan kali, maka bisa terlihat bahwa si pelaku sepertinya menyimpan dendam. Karena dilakukan secara berulang di tempat yang sama. ”Ada hal yang bernilai harga diri.

Ini bukan kasus biasa,” tandasnya. Seperti diberitakan, Nur Baety Rofiq alias Bety, 44, wartawan freelance ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Perumahan Gaperi Blok NC 6, Kedung Waringin, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/7). Korban ditemukan dalam kondisi telungkup setengah sujud di ruang tamu tepatnya di belakang pintu. Tangan korban terikat ke belakang dan terdapat bekas jeratan di tangan. Korban mengalami sejumlah luka tusukan, di antaranya di bagian perut.

R ratna purnama/ helmi syarif
(bbg)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved