PPP Siap Orbitkan Kadernya untuk Bertarung di Pilkada
Senin, 20 Juli 2015 - 17:56 WIB
PPP Siap Orbitkan Kadernya untuk Bertarung di Pilkada
A
A
A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipimpin Djan Faridz tak mempersoalkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai wajib mundurnya anggota DPR, DPD dan DPRD yang berkeinginan maju menjadi calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2015.
"Banyak kader PPP yang memang tingkat kemenangannya tinggi dan bisa lepaskan (jabatan anggota DPR)," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Ahmad Dimyati Kusumah saat dihubungi Sindonews, Senin (20/7/2015).
Dia mengaku kalau saat ini persiapan PPP yang dipimpin Djan sudah matang untuk melaksanakan Pilkada Serentak. Pihaknya juga akan merilis nama-nama yang direkomendasikan menjadi calon kepala daerah.
"Kalau dari pihak kami sudah matang. Mungkin saya hari ini atau sampai lusa rekomendasi kepala daerah bisa dikeluarkan," terangnya.
Menurutnya, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi calon kepala daerah dari PPP hasil Muktamar Jakarta untuk bisa lolos dicalonkan, salah satunya ialah popularitas.
"Kriteria juga ada elektabilitas dan juga dari akseptabel dari calon tersebut, serta bukan orang-orang bermasalah," pungkasnya.
Pilihan:
Ini Alasan KPK Tak Izinkan OC Kaligis Dijenguk Keluarga
"Banyak kader PPP yang memang tingkat kemenangannya tinggi dan bisa lepaskan (jabatan anggota DPR)," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Ahmad Dimyati Kusumah saat dihubungi Sindonews, Senin (20/7/2015).
Dia mengaku kalau saat ini persiapan PPP yang dipimpin Djan sudah matang untuk melaksanakan Pilkada Serentak. Pihaknya juga akan merilis nama-nama yang direkomendasikan menjadi calon kepala daerah.
"Kalau dari pihak kami sudah matang. Mungkin saya hari ini atau sampai lusa rekomendasi kepala daerah bisa dikeluarkan," terangnya.
Menurutnya, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi calon kepala daerah dari PPP hasil Muktamar Jakarta untuk bisa lolos dicalonkan, salah satunya ialah popularitas.
"Kriteria juga ada elektabilitas dan juga dari akseptabel dari calon tersebut, serta bukan orang-orang bermasalah," pungkasnya.
Pilihan:
Ini Alasan KPK Tak Izinkan OC Kaligis Dijenguk Keluarga
(maf)