Infrastruktur untuk Kemajuan Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2015 - 08:57 WIB
Infrastruktur untuk...
Infrastruktur untuk Kemajuan Ekonomi
A A A
Transportasi adalah salah satu bagian penting dalam upaya percepatan pembangunan ekonomi di sebuah negara.

Pasalnya, laju-surut perputaran ekonomi sangat bergantung pada lancar atau tidaknya proses distribusi hasil produksi, yang berarti bergantung pada tersedia atau tidaknya transportasi beserta segala infrastrukturnya. Indonesia memiliki wilayah yang luas, baik darat maupun laut, namun belum memiliki akses memadai dan mampu menjangkau semua wilayah.

Jika transportasi tersedia, itu hanya terkonsentrasi di pusat-pusat, itu pun masih dengan kelengkapan infrastruktur yang menyedihkan. Lihat Pulau Jawa, misalnya. Jika berbicara masalah transportasi, tentu wilayah ini memilikinya. Namun mengingat Indonesia adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan segenap pulau-pulau kecil yang jumlahnya begitu ramai, maka perlu dilakukan pembacaan ulang terhadap kondisi secara keseluruhan.

Benarlah, sektor infrastruktur kini menjadi salah satu proyek terdepan Presiden Jokowi, dibuktikan dengan langkah pengalihan subsidi BBM beberapa bulan belakangan. Dalam data Kementerian Perhubungan, terdapat banyak proyek pembangunan transportasi di tahun 2015. Namun pada kenyataannya, pembenahan infrastruktur transportasi Indonesia masih mengalami banyak kendala.

Selain faktor anggaran yang minim (kurang 5% dari total APBN), proses birokrasi yang lamban, permasalahan juga kian kompleks dengan tidak maksimalnya pemerintah dalam menyelesaikan masalah pembebasan lahan. Ditambah dengan kurangnya keterlibatan pemilik modal, baik swasta asing maupun swasta dari dalam negeri, untuk ikut bekerja sama.

Jika pemerintahan Jokowi mampu mengurai masalah ini segera, ekonomi Indonesia sangat mungkin tumbuh dan maju. Sebagian besar kita sepakat, tentunya, sektor transportasi adalah bagian integral dalam membangun ekonomi negara. Untuk kasus Indonesia, wilayah luas kiranya bukan rintangan untuk membangun infrastruktur transportasi yang maju, sebagaimana Malaysia dan Singapura telah menerapkannya.

Indonesia memiliki aset alam yang cukup, dan SDM pun kiranya tidak kurang. Permasalahan tinggal pada keseriusan untuk bekerja keras, dan yang terpenting, memberantas segala kemacetan birokrasi yang sesungguhnya tidak perlu.

Andesta Herli Wijaya
Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalas
(ftr)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK di Kasus Gratifikasi
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan JPU Lemah: Sidang Tidak Bisa Lagi Dilanjutkan
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved