Politik Dinasti Diizinkan, Bawaslu Harus Kuatkan Pengawasan

Sabtu, 11 Juli 2015 - 06:05 WIB
Politik Dinasti Diizinkan,...
Politik Dinasti Diizinkan, Bawaslu Harus Kuatkan Pengawasan
A A A
JAKARTA - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memiliki tantangan untuk menguatkan strategi dan kerja pengawasannya.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengizinkan politik dinasti.

"Kerja-kerja pengawasan tidak boleh on desk, tapi harus pengawasan intensif lapangan dengan basis kerja cermat, cerdas, dan cerdik menyikapi modus dan potensi kecurangan yang bisa muncul karena pencalonan kerabat petahana dalam pilkada," kata Titi etika dihubungi Sindonews, Jumat 10 Juli 2015.

Lebih lanjut, dia mengatakan, penegakan hukum menjadi pekerjaan rumah (PR) berikutnya. Kata dia, kolaborasi dan kontrol sipil atau warga juga menjadi tantangan besar untuk penguatan dalam menyeleksi para calon kepala daerah.

"Bagaimana Bawaslu menyikapi ini? Mari kita nantikan bersama," tuturnya.

Dia menuturkan, basis argumentasi sebaiknya bukan cuma Pasal 27 UUD 1945. Namun, patut juga mengelaborasi lebih luas pada Pasal 18 Ayat (4) jo Pasal 28H Ayat (2) jo Pasal 28J UUD 1945.

"Diskriminasi positif itu dilegalkan kok oleh MK dan sudah terjadi dalam rangka menuju masyarakat yang adil, setara, dan demokratis," ungkapnya.

Misalnya, lanjut dia, melalui afirmasi keterwakilan perempuan 30% dan sistem zipper dalam pencalonan anggota DPR dan DPRD. Menurutnya, itupun kalau ini mau dianggap sebagai sebuah diskriminasi.

"Kalau saya sih menganggap tidak ada yang dilarang mencalonkan kok. Boleh sepanjang dilakukan jeda satu periode setelah berakhirnya masa jabatan si petahana," pungkasnya.

PILIHAN:
MK Sudah Diprediksi Kabulkan Gugatan UU Dinasti Politik

Legalkan Politik Dinasti, Gerindra Sebut MK Malaikat
(kri)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Dinasti Politik Dinilai...
Dinasti Politik Dinilai Tak Melanggar Konstitusi
Matinya Etika Politik...
Matinya Etika Politik di Era Post Democracy
Hasil Pilkada 2020,...
Hasil Pilkada 2020, Dinasti Politik Langgengkan Kekuasaan di Daerah
Politik Dinasti Jangan...
Politik Dinasti Jangan Sampai Reduksi Kualitas Calon
Politik Dinasti Dinilai...
Politik Dinasti Dinilai Cenderung Destruktif, Ini Sejumlah Faktornya
Berita Terkini
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Bupati Kuansing Minta...
Bupati Kuansing Minta Jatah dari 914 Petani terkait Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved