Menguji Kesiapan Transportasi

Rabu, 08 Juli 2015 - 08:25 WIB
Menguji Kesiapan Transportasi
Menguji Kesiapan Transportasi
A A A
Pemerintah Indonesia kembali menyiapkan diri untuk menyambut mudik yang akan dilaksanakan menjelang Idul Fitri tiba.

Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah penumpang angkutan umum saat Lebaran tahun 2015 nanti akan bertambah 1,96%, dari 19,6 juta penumpang pada 2014 menjadi sekitar 20 juta penumpang. Peningkatan ini sayangnya tidak diimbangi dengan perbaikan infrastruktur sarana transportasi yang ada baik lewat darat, laut, udara.

Maka adalah hal yang wajar ketika tiap tahun pula banyak masyarakat yang melakukan mudik mengalami antrean dan kemacetan parah di sana-sini bahkan terkhusus jalur darat, potensi kehilangan nyawa sangat besar. Menurut data hasil dari World Economic Forum (WEF), infrastruktur sektor transportasi di Indonesia menempati peringkat 91 dari 131 negara di seluruh dunia.

Dibanding negara lain di Asia Tenggara, infrastruktur Indonesia adalah yang paling lemah. Hasil ini menunjukkan Indonesia secara menyeluruh belum menunjukkan perkembangan positif terkait dengan perencanaan masalah pembangunan transportasi.

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang dibuat dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur transportasi yang digadang-gadangkan pemerintah pun seperti mengalami kendala, terutama dalam segi pendanaan. Akibat dari stagnannya pembangunan transportasi ini, masyarakat menderita kerugian secara materiil dan moral.

Moda transportasi dan infrastrukturnya adalah dua hal yang harus menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan. Dalam hal ini, diharapkan mampu menyediakan moda transportasi yang nyaman dan memadai yang di barengi dengan perbaikan dari infrastruktur untuk menunjang transportasi tersebut.

Pemerintah juga di rasa perlu untuk melakukan koordinasi terkait kelancaran transportasi Lebaran bersama dengan instansi terkait selama periode H-7dan H+7. Pemerintah juga di harapkan memberdayakan jalur alternatif khususnya penyebaran jalur mudik agar tidak semua kendaraan mudik melewati titik- titik utama jalan sehingga mengurangi potensi kemacetan parah dan membenahi manajemen transportasi laut dan udara.

Jangan sampai niat baik pemudik yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga, terhambat di akibatkan transportasi massal dan infrastrukturnya yang sejatinya adalah milik mereka tidak siap, meskipun telah berulang kali mudik dilakukan.

Richard Rajasa
Mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Ekstensi Universitas Indonesia
(ftr)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK di Kasus Gratifikasi
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan JPU Lemah: Sidang Tidak Bisa Lagi Dilanjutkan
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Infografis
Ini Aturan Baru Bepergian...
Ini Aturan Baru Bepergian dengan Transportasi Darat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved