Bareskrim Diminta Tuntaskan Kasus Pelindo II

Selasa, 07 Juli 2015 - 14:15 WIB
Bareskrim Diminta Tuntaskan...
Bareskrim Diminta Tuntaskan Kasus Pelindo II
A A A
JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri diminta segera menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan QCC (Quay Container Crane) di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Kasus ini diduga melibatkan petinggi di Pelindo II.

Ketua Indonesia Port Watch (IPW), Syaiful Hasan mengungkapkan beberapa dugaan penyimpangan dalam kasus yang pernah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Dia menyebutkan, ada perubahan terhadap ketentuan pokok dan tata cara pengadaan barang/jasa di lingkungan PT. Pelindo II (Persero), sehingga perusahaan asing dengan mudah mengikuti penawaran pengadaan barang dan jasa.

"Tetap dilanjutkannya penunjukan langsung, padahal ketentuan pokok dan tata cara pengadaan Pasal 27 ayat (3) mengharuskan dibatalkannya pemilihan langsung, karena yang memenuhi syarat administrasi dan teknis kurang dari dua peserta " ungkap Syaiful dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Selasa (7/7/2015).

Lanjutnya, disposisi dari Dirut atas Nota Dinas Direktur Operasi dan Teknik kepada Dirut tanggal 12 Maret 2010 yang menyatakan Go For Twin Lift dan nota dinas tanggal 25 Maret 2010 yang memberikan catatan khusus Selesaikan Proses Penunjukan HDHM.

"Padahal masih terdapat perbedaan antara hasil kajian masing-masing cabang pelabuhan panjang, Palembang dan Pontianak, dengan kajian operasional dari Direktorat Komersial dan Pengembangan Usaha (yang dituangkan dalam Nota Dinas tanggal 19 Maret 2010) dari QCC Single Lift menjadi QCC twin lift," terangnya.

Dia menambahkan, proses pembelian tiga QCC dari HDHM sebesar Rp.198 miliar di atas pagu dana yang dialokasikan sebesar Rp.167 miliar dan dilakukan tanpa seizin Kementrian BUMN selaku pemegang saham dan tanpa persetujuan Dewan Komisaris Pelindo II.

"Patut diduga pembelian ini telah merugikan negara sebesar Rp 31 miliar. Harga satu unit QCC ini jauh lebih mahal daripada yang dibeli JICT dari Shanghai Zhenhua Heavy Industries Company Ltd (ZPMC)," tukasnya.

Baca: KPK Sebut Proyek Pelindo II Puluhan Miliar.
(kur)
Berita Terkait
Direksi hingga Komisaris...
Direksi hingga Komisaris Dilaporkan Korupsi, Begini Reaksi Kementerian BUMN
Jiwasraya Bakal Dibubarkan...
Jiwasraya Bakal Dibubarkan Bulan Depan, Gimana Nasib Nasabah?
Bersih-bersih BUMN Lanjut...
Bersih-bersih BUMN Lanjut Terus, Erick Thohir: Wujud Komitmen Berantas Korupsi
Erick Thohir Bongkar...
Erick Thohir Bongkar Ada 159 Kasus Korupsi, 27 BUMN Gandeng KPK
Diduga Kongkalikong...
Diduga Kongkalikong Rekayasa Transaksi Gula, Anak Perusahaan BUMN Rugikan Negara Rp570 Miliar
Erick Thohir: Korupsi...
Erick Thohir: Korupsi dari Zaman Dulu Sampai Sekarang Ada
Berita Terkini
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved