Kembali Salah Teken Perpres, Jokowi Salah Pilih Pembantu

Minggu, 05 Juli 2015 - 09:29 WIB
Kembali Salah Teken...
Kembali Salah Teken Perpres, Jokowi Salah Pilih Pembantu
A A A
JAKARTA - Salah teken kebijakan kembali dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kali ini, masyarakat kembali memprotes penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 tahun 2015 tentang Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Hari Tua (PP JHT).

Mengomentari hal itu, Bendahara Umum Partai Golkar mengatakan, seperti halnya kasus PP Uang Muka Mobil Pejabat yang diralat sendiri oleh Jokowi setelah ditandatangani, kini hal yang kurang lebih sama terjadi di PP JHT.

Kasus revisi Perpres JHT itu, dinilainya sekali lagi membuktikan bahwa manajemen pemerintahan Presiden Jokowi dan Kantor Kepresidenan masih amburadul. Pasalnya, kasus ini terjadi di bulan kesembilan usia pemerintahan Jokowi.

"Itu menjadi indikasi terlalu banyaknya orang yang tidak kualifaid dalam pemerintahan Jokowi. Karena tidak kualifaid, para menteri melakukan kecerobohan dalam kasus Perpres itu," kata Bambang melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Minggu (5/7/2015).

Bambang menilai, para menteri telah bertindak arogan karena merancang Perpres JHT tanpa terlebih dahulu mendengarkan aspirasi masyarakat pekerja. Diyakini Bambang, jika para menteri teknis itu mau mendengarkan masukan pekerja tentang mekanisme pencairan dana JHT, Perpres itu tidak akan bermasalah.

Menurut Bambang, kecerobohan para menteri terkait ternyata diikuti oleh orang-orang kepercayaan Jokowi di Kantor Presiden. Tanpa membaca dan mempelajari muatan Perpres, mereka langsung menyodorkannya ke Presiden Jokowi untuk ditandatangani.

Dia berpandangan, Menteri Sekretaris Kabinet (Mensekab) dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) patut dipersalahkan atas kejadian ini. "Mensekab dan Mensesneg seharusnya tidak asal-asalan dalam menyodorkan dokumen apa pun yang memerlukan tandatangan presiden."

Ditambahkan Bambang, kalau dianggap perlu Mensesneg dan Mensekab bisa meminta pertimbangan dan masukan dari para ahli yang sehari-hari membantu presiden.

"Prosedur ini rupanya tidak dijalankan sehingga presiden lagi-lagi kecolongan dan dipermalukan. Tetapi, seperti itulah risiko yang harus diterima Presiden Jokowi karena dia sendiri yang memilih orang-orang kepercayaannya," imbuhnya.

PILIHAN:
Polemik JHT, #JokowiSalahTeken Trending Topic di Twitter
(kri)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved