Soal Dana Aspirasi, Sikap Fraksi Demokrat Beda dengan SBY

Selasa, 23 Juni 2015 - 17:37 WIB
Soal Dana Aspirasi,...
Soal Dana Aspirasi, Sikap Fraksi Demokrat Beda dengan SBY
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Demokrat menyetujui usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau dikenal dengan dana aspirasi sebesar Rp20 miliar per anggota DPR setiap tahun.

Sikap Fraksi Demokrat terlihat dalam rapat pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR membahas program tersebut.

Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menilai dana aspirasi bisa membantu pemerataan pembangunan.

Melalu dana itu, lanjut Ibas, DPR juga bisa berperan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam.

"Masyarakat harus melihat hal ini secara utuh, jangan sampai melihat anggota DPR memegang dana langsung, itu salah besar. Ini didorong agar anggota mengusulkan program untuk aspirasi, usulkan pembangunan yang baik kepada masyarakat," tutur Ibas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2015).

Sikap Fraksi Partai Demokrat terkesan berbeda dengan sikap Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Melalui akun Twitternya @SBYudhoyono, SBY menyarankan DPR dan pemerintah tidak gegabah dalam mengambil keputusan terkait dana aspirasi.

SBY menuliskan lima hal yang harus dikritisi dan diuji atas dana aspirasi. Pertama, bagaimana meletakan dana aspirasi dana sistem APBN dan APBD.

Kedua, menurut SBY, bagaimana menjamin dana aspirasi tidak tumpang tindih dengan anggaran daerah yang diinginkan oleh DPRD provinsi, kabupaten, dan kota.

"(3) Kalau anggota DPR RI punya dana aspirasi, bagaimana dg anggota DPRD Prov, Kab & Kota yg dinilai lebih tahu & lebih dekat ke dapil? *SBY," tulis SBY.

Keempat, sambung SBY, apabila DPR punya kewenangan untuk menentukan sendiri proyek dan anggarannya, lantas apa perbedan antara eksekutif dan legislatif.

"(5) Bagaimana akuntabilitas & pengawasan dana aspirasi itu, sekalipun dana itu tidak 'dipegang' sendiri oleh anggota DPR? *SBY," cuit SBY.

SBY kemudian melanjutkan cuitannya. "Di era pemerintahan yg saya pimpin, saya tidak setuju penggunaan dana aspirasi tsb karena ke 5 hal itu belum jelas & belum klop. *SBY*," tulis SBY.
(dam)
Berita Terkait
Reaksi M Nasir kepada...
Reaksi M Nasir kepada Salah Satu Direktur BUMN Dinilai Tak Tepat
Peneliti SMRC Nilai...
Peneliti SMRC Nilai Sikap M Nasir Coreng Citra Demokrat di Pilkada
Ibas: Belum Ada Tanda-tanda...
Ibas: Belum Ada Tanda-tanda Corona Berakhir, Harus Ada Strategi Jitu
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
RUU Cipta Kerja Dikebut,...
RUU Cipta Kerja Dikebut, Demokrat Curiga Banyak Kepentingan Gelap
Sambangi Ruang Fraksi...
Sambangi Ruang Fraksi Demokrat DPR, AHY Ungkap Kopi Kesukaannya
Berita Terkini
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved