Tak Layak, 400.000 Ton Beras Raskin Ditarik

Selasa, 23 Juni 2015 - 09:30 WIB
Tak Layak, 400.000 Ton...
Tak Layak, 400.000 Ton Beras Raskin Ditarik
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar Bulog membersihkan beras kurang layak konsumsi yang masih beredar di masyarakat. Sekitar 400.000 ton beras raskin kurang layak dipastikan saat ini masih beredar di masyarakat dan diharapkan dapat segera dimusnahkan.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan kepada menteri terkait agar dapat segera memperbaiki dan menyelenggarakan raskin dalam kondisi layak konsumsi. Kepala Negara mengaku tidak mengetahui bila di waktu yang lalu ada beras raskin yang dibagikan dalam kondisi tidak layak.

”Yang lalu saya nggak tahu ada yang item, yang nggak layak dan berkutu, dan berganti dengan stok baru yang kita beli dan kita harapkan kualitas ke depan lebih baik. Kualitas raskin harus kondisi baik, jangan hitam dan ada kutu, memang itu stok lama dan berjamur sehingga tidak layak untuk dikonsumsi,” ujar Presiden saat membuka rapat terbatas yang membahas tentang Perbaikan Kebijakan Program Raskin 2016, di Kantor Kepresidenan kemarin.

Dia menegaskan, program Raskin merupakan bagian dari perlindungan sosial masyarakat. Namun, dirinya banyak mendapatkan laporan dari masyarakat bila program Raskin masih memerlukan banyak perbaikan, seperti data penerima raskin yang tidak sinkron, termasuk pagu anggaran yang tidak mencukupi. ”Kemudian keterlambatan penyaluran raskin ini juga dialami daerah tertentu, mungkin karena geografis atau kondisi jalan, tetapi ini harus kita perbaiki,” tandasnya.

Terhadap instruksi Presiden itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa para menteri akan melakukan monitoring dan evaluasi, untuk menghindarkan kemungkinan beras tidak layak konsumsi terdistribusi ke masyarakat. Selain itu, pengelolaan raskin akan dimaksimalkan pada ketepatan waktunya dalam pendistribusian ke berbagai daerah termasuk ke wilayah yang sulit demografinya.

Daerah yang memiliki tingkat kesulitan geografis tertentu bisa mendapatkan raskin tiga bulan sekali, karena terhambatnya distribusi akibat tingginya biaya angkut. ”Maka diharapkan ada sharing, budgeting dari APBD supaya ketepatan waktu bagi rumah tangga sasaran manfaat itu bisa terjaga,” ujarnya. Sementara itu untuk pencegahan beras kurang layak edar, Bulog akan melakukan mekanisme first in first out (Fifo), yang harus dikoreksi melalui gudang Divre dan Subdivre.

Dengan manajemen seperti ini, beras kurang layak konsumsi seperti beras berjamur dan berubah warna dapat direduksi. Menurut Khofifah, data terakhir penerima beras raskin berdasarkan data tahun 2011 sebanyak 15,5 juta rumah tangga sasaran. Data penerima raskin ini akan segera diverifikasi dan divalidasi dengan jumlah penerima bukan lagi rumah tangga sasaran, melainkan keluarga sasaran.

”Karena ada satu rumah yang dihuni oleh tiga bahkan sampai enam keluarga, sementara yang diintervensi hanya atas satu nama keluarga. Inilah yang kita sedang hitung kembali dalam proses verifikasi dan validasi data yang sekarang dari 15,5 juta rumah tangga sasaran penerima manfaat, kalau berbasis keluarga menjadi 18,3 juta, yang akan diintervensi untuk program 2016,” jelasnya. Ke depan, masing-masing rumah tangga akan menerima 15 kg beras raskin.

Perubahan penerimaan sasaran rumah tangga ini menurutnya juga akan berdampak pada meningkatnya anggaran untuk raskin dalam APBN. ”Jadi, peningkatan anggarannya seperlima lah ya, seperlima nggak sampai 20%, kira-kira 17-18%. Total kebutuhan raskin setahun adalah 2,78 juta ton, setara dengan Rp18,9 triliun,” tandasnya.

Mensos memastikan, stok beras raskin di Bulog saat ini dalam kondisi aman hingga empat bulan ke depan atau sampai Oktober mendatang. Dalam laporan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) hingga 19 Juni lalu, beras raskin di Bulog yang telah terealisasi sebanyak 44,88% dari total 2,78 ton.

”Jadi kalau aman sampai Oktober, kitabisamenghitungsekarang sebetulnya, kan pembelian beras dari petani tetap jalan. Itu sampai dengan 19 Juni (2015) aman sampai Oktober, tetapi Bulog tetap akan membeli beras dari petani gitu,” tambahnya. Sebelumnya, Komisi VI DPR mengkritisi Perum Bulog yang menyalurkan beras untuk warga miskin (raskin) dengan kualitas di bawah standar yang ditentukan yaitu beras kualitas medium.

”Bulog harus memperbaiki kualitas sistem pergudangan dan termasuk sumber daya manusia di daerah. Saya menemukan di daerah, beras raskin umumnya banyak kutu, menir, dan pecah-pecah,” kata Ketua Komisi VI DPR Achmad Hafisz Tohir. Menurut Achmad, penyebab beras raskin berkualitas buruk antara lain karena terlalu lama disimpan di Bulog.

Selain itu, petugas gudang Bulog juga tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam mengelola stok beras sehingga beras rusak karena kadar air yang tinggi dan pecah-pecah. ”Perlu revolusi mental juga bagi petugas gudang Bulog sehingga kualitas raskin tetap bagus,” ujarnya.

Rarasati syarief/ alfian faizal
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved