Merekatkan Bangsa dengan Gerakan Salawat Nusantara

Kamis, 18 Juni 2015 - 09:09 WIB
Merekatkan Bangsa dengan...
Merekatkan Bangsa dengan Gerakan Salawat Nusantara
A A A
JAKARTA - Seiring datangnya bulan suci Ramadan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk Majelis Pencinta Sholawat Nusantara (Pesona).

Pembentukan majelis ini bertujuan untuk merekatkan umat se- Tanah Air melalui salawat dan tahlil. Ketua Fraksi PKB DPR Helmy Faishal Zaini mengatakan, berbagai dinamika yang terjadi belakangan ini cukup mengusik hati nurani, di antaranya kasus pembunuhan bocah cilik Angeline yang tidak manusiawi dan tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya, Myanmar.

Belum lagi harga-harga kebutuhan pokok (sembako) yang terus naik, ditambah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sedikit banyaknya menyulitkan kehidupan masyarakat.

”Banyak sekali kedukaan-kedukaan yang perlu menjadi keprihatinan oleh kita sebagai entitas bangsa. Cara kami adalah membaca doa, salawat, dan tahlil. Kami yakin kedukaan itu bisa diselesaikan dengan pendekatan transenden,” katanya. Helmy menilai pembacaan salawat ini mampu menjadi perekat umat, mengingat setiap daerah memiliki bacaan salawat yang berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama yakni mengagungkan Rasulullah SAW sebagai utusan Sang Khalik.

”Salawat Nusantara ini tidak lepas dari peran para kiai kita yang meramu bacaan salawat, sehingga antara daerah satu dan lainnya beragam. Inilah khazanah yang dimiliki Indonesia yang tidak ditemukan di negara lain, perekat yang menghasilkan muslim terbesar di dunia dengan Islam yang lentur, damai, antikekerasan, toleran, dan sebagainya,” paparnya.

Menurutnya, pembacaan salawat ini mengikat akar tradisi, agama dan budaya masyarakat Indonesia.Puncak kegiatan ini pada 23 Juni 2015 saat para kiai dan jamaah yang berjumlah sekitar 3.000 orang akan berkumpul. ”Ini terbuka, tidak harus kader PKB tapi seluruh masyarakat. Ini senapas dengan Muktamar ke-33 NU yang juga mengusung Islam Nusantara,” ucapnya.

Senada, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, pembacaan salawat ini untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat. Apalagi, salawat ini merupakan bagian dari budaya dan tradisi di PKB dan warga Nahdlatul Ulama (NU). ”Kita mendorong ada gerakan salawat Nusantara, kita ingin menghadapi keadaan ini dengan salawat. Sebab, barang siapa yang bersalawat akan dapat syafaat dari Rasulullah,” ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro sekaligus Ketua Majelis Pesona Andy Muawiyah Ramli mengatakan, ada sejumlah pesan moral dari kegiatan ini antara lain mengajak semua pihak untuk introspeksi diri.

”Kami juga mengajak semua pemimpin negeri ini untuk bertanya kepada dirinya dalam mengelola dan memakmurkan negeri ini. Apakah upaya ikhtiar dalam setahun ini sudah terwujud atau hanya mengejar pencitraan semata-mata,” ucapnya.

Sucipto
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved