Ribuan Sekolah di Korsel Kembali Beroperasi

Selasa, 16 Juni 2015 - 09:22 WIB
Ribuan Sekolah di Korsel...
Ribuan Sekolah di Korsel Kembali Beroperasi
A A A
SEOUL - Tanda-tanda mulai normalnya situasi di Korea Selatan (Korsel) sudah tampak. Ribuan sekolah dari taman kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi kemarin kembali beroperasi setelah sebelumnya diliburkan menyusul mewabahnya virus sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) sejak pertengahan Mei lalu.

Kendati demikian, pemerintah tetap waspada. Suhu tubuh siswa atau mahasiswa akan terus dipantau di dalam ruang kelas. Selain itu, para guru dan dosen juga diminta untuk mengajari anak didik mereka mengenai pentingnya menjaga kebersihan pribadi dan mengingatkan mereka agar tidak lupa mencuci tangan. Sebanyak 2.200 sekolah ditutup selama sepekan lebih.

Sekitar 1.760 sekolah di antaranya sudah kembali dibuka. Sisanya masih tutup karena tingkat keamanan dan jaraknya yang relatif dekat dari pusat MERS di beberapa rumah sakit (RS). Pengoperasian kembali ribuan sekolah tersebut juga berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu. Presiden Korsel Park Geunhye mendesak masyarakat dan warga asing yang ada di Korsel untuk kembali melakukan aktivitas secara normal.

”Saya juga meminta komunitas bisnis untuk melanjutkan investasi, produksi, dan pengelolaan seperti biasa serta membantu memastikan konsumen agar tidak ragu membeli barang,” ucap Geunhye, dikutip Reuters . Jumlah pengidap dan korban meninggal akibat MERS masih terus meningkat di Korsel. Lima orang dilaporkan terjangkit MERS dan menambah daftar pasien yang positif mengidap MERS menjadi 150 orang. Seorang pasien juga meninggal akibat MERS kemarin. Sampai saat ini jumlah korban meninggal mencapai 16 orang.

Wabah MERS mengundang keprihatinan dunia internasional. Ekonomi Korsel ikut terpukul setelah ratusan wisatawan asing dari Asia mem-batalkan kunjungan. Selain itu, penjualan di pusat perbelanjaan pada Mei lalu merosot 16,5% dari periode yang sama tahun lalu. Hal yang sama juga dirasakan toko ritel yang kehilangan pelanggan sekitar 16,5%.

Atas kerugian itu, pemerintah Korsel menjadi sasaran ketidakpuasan publik karena gagal mencegah wabah MERS. Popularitas Presiden Park Geun-hye juga turun. Saat ini Kementerian Kesehatan berupaya menghentikan penyebaran virus mematikan tersebut.

Muh shamil
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved