Pencalonan Bang Yos Dikritik, BIN Dinilai Harus Steril Kepentingan

Senin, 15 Juni 2015 - 21:45 WIB
Pencalonan Bang Yos...
Pencalonan Bang Yos Dikritik, BIN Dinilai Harus Steril Kepentingan
A A A
JAKARTA - Langkah Presiden Joko Widodo menunjuk mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menjadi Kepala Badan Intelijen Nasional dikritik.

Penunjukkan pria yang biasa disapa Bang Yos sebagai kepala BIN dinilai telah mencederai demokrasi dan mengesankan adanya praktik politik bagi-bagi kekuasaan.

Seperti diketahui, Bang Yos adalah Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang mendukung Jokowi pada Pemilihan Presiden 2014.

"Sutiyoso adalah ketua umum partai politik, dan BIN adalah lembaga Negara yang seharusnya steril dari kepentingan politik tertentu," kata anggota Departemen Kajian Aksi dan Jaringan Badan Relawan Nusantara, Laode Kamaludin melalui siaran persnya yang diterima Sindonews, Senin (15/6/2015).

Menurut dia, kepala BIN harus sosok profesional yang bersih dari anasir kepentingan politik, apalagi dari partai politik. Jokowi juga diminta untuk melihat rekam jejak Sutiyoso menyangkut kasus Tragedi 27 Juli.

"Presiden sebagai kepala negara yang memiliki hak preogratif dalam hal ini harusnya jangan ceroboh dan gegabah dalam memilih calon kepala BIN," tutur Laode.

Menurut dia, Presiden harus terbeas dari tekanan politik balas jaksa pasca pilpres. Pasalnya, BIN adalah lembaga negara yang strategis dan vital.

Menurut dia, Jokowi seharusnya menjadi harapan baru bagi rakyat yang mendambakan perubahan, "Oleh karena itulah kami yang tergabung dalam Badan Relawan Nusantara mendesak agar pencalonan Sutiyoso segera dibatalkan atau ditarik rekomendasinya," tutur Laode.

Badan Relawan Nusantara, lanjut dia, juga meminta Jokowi membubarkan kantor Staf Kepresidenan yang dipimpin Luhut Panjaitan. Badan Relawan juga menilai Kantor Staf Kepresidenan bagian dari praktik bagi-bagi kekuasaan Presiden Jokowi.


PILIHAN :


Akhir Juni, Jokowi Uji Bang Yos Jadi Bos Intel


Sutiyoso: Aku Pasti Mundur

Dipimpin Sutiyoso, BIN Akan Terlibat Politik
(dam)
Berita Terkait
Perangi COVID-19, BIN...
Perangi COVID-19, BIN Semprotkan Disinfektan di Jalanan Ibukota
Uji Kelayakan dan Kepatutan...
Uji Kelayakan dan Kepatutan Kepala BIN
BIN Berbagi Sembako...
BIN Berbagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
Deputi Intelijen Pengamanan...
Deputi Intelijen Pengamanan Aparatur di BIN Memang Sangat Dibutuhkan
BIN Gelar Vaksinasi...
BIN Gelar Vaksinasi Door to Door untuk Pelajar dan Masyarakat Umum di Gowa
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BIN Curiga Ada Misi Lain di Balik Penguntitan Habib Rizieq
Berita Terkini
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Wamenlu Ungkap Prabowo...
Wamenlu Ungkap Prabowo Minta Maaf soal Terlambat Menerima Surat Kepercayaan Dubes
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved