Golkar Ical Bunyikan Genderang Perang Lawan Oknum Pemerintah

Senin, 15 Juni 2015 - 07:03 WIB
Golkar Ical Bunyikan...
Golkar Ical Bunyikan Genderang Perang Lawan Oknum Pemerintah
A A A
JAKARTA - Oknum pemerintah yang selama ini mengintervensi Partai Golkar harus dipaksa keluar dari gelanggang konflik internal partai, dan memberi kesempatan kepada Golkar menyelesaikan persoalannya sendiri.

Hal itu merupakan target atau maksud Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) melayangkan surat ke Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti untuk melarang kubu Agung Laksono beraktivitas mengatasnamakan Partai Golkar.

Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo mengatakan, surat Ketua Umum Partai Golkar Ical kepada Kapolri itu adalah awal dari perlawanan tiada henti terhadap oknum Partai Golkar dan oknum pemerintah dari partai tertentu, yang ingin menghancurkan partainya melalui rekayasa konflik internal.

"Targetnya sederhana saja. Oknum pemerintah yang selama ini mengintervensi Golkar harus dipaksa keluar dari gelanggang konflik internal partai, dan memberi kesempatan kepada Golkar menyelesaikan persoalannya sendiri," ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Minggu 14 Juni 2015.

Dia menegaskan, Ical beserta kubunya akan terus melancarkan perlawanan selama tangan-tangan kotor penguasa terus mengadu domba elite Partai Golkar. "Isyarat perlawanan tanpa henti itu sudah dikemukakan ARB (Ical)," tuturnya.

Ibarat menabuh genderang perang, Ical mengajak kubunya harus berani main panjang untuk bicara masalah Golkar. Hal itu ditegaskan Ical di hadapan peserta Rapimnas VIII Partai Golkar di Jakarta, Sabtu 13 Juni kemarin.

Dalam surat yang dikirim ke Kapolri, Ical meminta Polri melarang kubu Agung Laksono menjalankan aktivitas atas nama Partai Golkar, karena Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan PTUN sudah mengembalikan kepengurusan Golkar yang sah ke hasil Munas Riau 2009.

"Surat ARB (Ical) kepada Kapolri itu menjadi semacam langkah awal dari dimulainya rangkaian perlawanan tiada henti terhadap oknum partai Golkar yang dikendalikan oleh oknum pemerintah dari partai tertentu yang ingin menghancurkan Partai Golkar," ungkapnya.

Perlawanan itu, kata dia, tentu dengan cara-cara beradab dan bukan dengan tindakan anarkis. "Kita menempuh proses hukum demi ketertiban umum," imbuhnya.

Rapimnas Partai Golkar juga menegaskan perlawanan itu bukan untuk mengalahkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tapi, perlawanan terhadap kesewenang-wenangan kekuasaan. Partai Golkar yakin pada saatnya akan mampu menyelesaikan persoalannya sendiri.

"Kalau sekarang keadaannya terkesan rumit, itu karena ulah oknum pemerintah yang juga petugas partai, yang diduga sedang melaksanakan misi menghancurkan Partai Golkar melalui konflik internal. Itulah yang akan kami lawan sebagai musuh bersama sampai kapanpun," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved