Jalur Mudik Jateng Dipastikan Beres H-15 Lebaran
Kamis, 11 Juni 2015 - 09:10 WIB
Jalur Mudik Jateng Dipastikan Beres H-15 Lebaran
A
A
A
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan jalur mudik yang ada di provinsi ini siap dilintasi pada H-15 Lebaran.
Saat ini Dinas Bina Marga mengebut pengerjaan fisik peningkatan jalan yang saat ini belum selesai. Kepala Bidang Bina Teknis Dinas Bina Marga Jateng Hanung Triyono mengatakan, jalan nasional seperti jalan pantura sudah bisa dilintasi pada H- 30, sementara jalan provinsi baru bisa dilintasi pada H-15. ”Jadi, pada hari itu sudah tidak ada kegiatan yang mengganggu jalur lalu lintas,” kata Hanung di Semarang kemarin.
Saat ini penyedia jasa sedang mengejar progres percepatan sehingga pada Juli nanti ditargetkan sudah tidak ada kegiatan berat, paling hanya perapian. ”Memang ini belum selesai 100%. Namun, pada H-15 nanti pengerjaannya akan dihentikan sementaradengankeadaanjalan sudah tidak ada lagi beda tinggi, penggalian, dan pekerjaan berat lainnya. Kalau selesai 100%, pada November, ” kata Hanung.
Menurut Hanung, pengerjaan jalan yang menggunakan APBD 2015 progresnya baru mencapai 29% dan pada H-15 nanti ditargetkan bisa selesai 35%. Sedangkan pengerjaan di jalan nasional saat ini baru 12% karena lelangnya sempat mundur sehingga pada H-15 nanti ditargetkan bisa mencapai 20%. Hanung menambahkan, jalur provinsi yang menjadi jalur alternatif pada mudik Lebaran nanti juga sudah siap dilintasi.
Saat ini yang masih butuh percepatan adalah pengerjaan di daerah Sukorejo Kendal, namun dipastikan bisa dilintasi pada H-15 Lebaran. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng Satriyo Hidayat mengatakan, titik puncak kemacetan pada mudik Lebaran 2015 dipastikan ada di Jawa Tengah, terutama di Brebes.
Jawa Barat sudah bisa dilewati dengan jalan tol yakni dari tol Cikampek sampai Pejagan Brebes. ”Kami sudah menyiapkan alternatif untuk merekayasa lalu lintas bila macet di Brebes nanti,” kata dia. Satriyo menjelaskan, ada tiga perlakuan untuk merekayasa kemacetan di pintu tol Brebes nanti.
Pertama , keluar pintu Pejagan lalu belok kiri, kendalanya ada perlintasan kereta api di jalur tersebut. Kedua, keluar tol Brebes Timur atau Kaligangsa, tapi jalan di titik itu kondisinya masih dalam bentuk pererasan jalan.
Ketiga, pemudik bisa diarahkan ke selatan atau jika menuju ke pantura, bisamasuk keSlawi, lalu masuk KotaTegal, atau ke selatan langsung bisa ke Purwokerto.
Amin fauzi
Saat ini Dinas Bina Marga mengebut pengerjaan fisik peningkatan jalan yang saat ini belum selesai. Kepala Bidang Bina Teknis Dinas Bina Marga Jateng Hanung Triyono mengatakan, jalan nasional seperti jalan pantura sudah bisa dilintasi pada H- 30, sementara jalan provinsi baru bisa dilintasi pada H-15. ”Jadi, pada hari itu sudah tidak ada kegiatan yang mengganggu jalur lalu lintas,” kata Hanung di Semarang kemarin.
Saat ini penyedia jasa sedang mengejar progres percepatan sehingga pada Juli nanti ditargetkan sudah tidak ada kegiatan berat, paling hanya perapian. ”Memang ini belum selesai 100%. Namun, pada H-15 nanti pengerjaannya akan dihentikan sementaradengankeadaanjalan sudah tidak ada lagi beda tinggi, penggalian, dan pekerjaan berat lainnya. Kalau selesai 100%, pada November, ” kata Hanung.
Menurut Hanung, pengerjaan jalan yang menggunakan APBD 2015 progresnya baru mencapai 29% dan pada H-15 nanti ditargetkan bisa selesai 35%. Sedangkan pengerjaan di jalan nasional saat ini baru 12% karena lelangnya sempat mundur sehingga pada H-15 nanti ditargetkan bisa mencapai 20%. Hanung menambahkan, jalur provinsi yang menjadi jalur alternatif pada mudik Lebaran nanti juga sudah siap dilintasi.
Saat ini yang masih butuh percepatan adalah pengerjaan di daerah Sukorejo Kendal, namun dipastikan bisa dilintasi pada H-15 Lebaran. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng Satriyo Hidayat mengatakan, titik puncak kemacetan pada mudik Lebaran 2015 dipastikan ada di Jawa Tengah, terutama di Brebes.
Jawa Barat sudah bisa dilewati dengan jalan tol yakni dari tol Cikampek sampai Pejagan Brebes. ”Kami sudah menyiapkan alternatif untuk merekayasa lalu lintas bila macet di Brebes nanti,” kata dia. Satriyo menjelaskan, ada tiga perlakuan untuk merekayasa kemacetan di pintu tol Brebes nanti.
Pertama , keluar pintu Pejagan lalu belok kiri, kendalanya ada perlintasan kereta api di jalur tersebut. Kedua, keluar tol Brebes Timur atau Kaligangsa, tapi jalan di titik itu kondisinya masih dalam bentuk pererasan jalan.
Ketiga, pemudik bisa diarahkan ke selatan atau jika menuju ke pantura, bisamasuk keSlawi, lalu masuk KotaTegal, atau ke selatan langsung bisa ke Purwokerto.
Amin fauzi
(ftr)