HT: Kondisi Masyarakat Lebih Baik jika Pancasila Diamalkan
Rabu, 10 Juni 2015 - 15:33 WIB
HT: Kondisi Masyarakat Lebih Baik jika Pancasila Diamalkan
A
A
A
KULONPROGO - Tokoh Nasional, Hary Tanoesoedibjo (HT) merasa prihatin terhadap kondisi bangsa Indonesia yang masih dilanda berbagai persoalan.
HT menilai kesenjangan sosial justru semakin tinggi karena pertumbuhan ekonomi justru banyak terjadi di kalangan menengah dan atas. Sementara masyarakat di level bawah tetap terpuruk karena tidak mengalami perubahan.
“Kalau Pancasila diterapkan, pasti kondisi masyarakat akan lebih baik,” ujar HT pada acara Dialog Kebangsaan bersama warga Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (10/6/2015).
Menurut dia, sila-sila dalam Pancasila memiliki banyak arti penting dalam kehidupan masyarakat. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kata dia, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memeluk dan beribadah sesuai agama tanpa membedakan ras dan golongan.
Begitu juga sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Menurut dia, sila itu memiliki arti memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat baik dalam hukum, kehidupan sosial dan kemanusiaan.
Dia mengatakan sila ketiga juga memiliki makna sangat penting karena bangsa ini memiliki kemajemukan dengan banyak etnis budaya dan berbentuk kepulauan.
Menurut HT, budaya gotong-royong sebagai pengamalan dari sila keempat juga harus dilestarikan. Begitu juga dengan musyawarah dan menyampaikan pendapat.
HT melanjutkan, sila kelima yang mengandung makna memberikan keadilan yang sama terhadap masyarakat, baik dalam layanan kesehatan pendidikan maupun kehidupan sosial lainnya.
“Kesejahteraan ini harus diwujudkan dengan mengurangi kesenjangan sosial,” tuturnya.
Menurut dia, kesenjangan telah menyebabkan pengusaha mikro dan kecil sulit mengakses modal. Begitu juga petani yang akhirnya hanya menjadi penggarap karena tidak memiliki lahan.
“Terjun ke bawah seperti ini akan mengetahui permasalahan yang dihadapi, sata komitmen untuk mengabdi,” katanya.
HT menilai kesenjangan sosial justru semakin tinggi karena pertumbuhan ekonomi justru banyak terjadi di kalangan menengah dan atas. Sementara masyarakat di level bawah tetap terpuruk karena tidak mengalami perubahan.
“Kalau Pancasila diterapkan, pasti kondisi masyarakat akan lebih baik,” ujar HT pada acara Dialog Kebangsaan bersama warga Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (10/6/2015).
Menurut dia, sila-sila dalam Pancasila memiliki banyak arti penting dalam kehidupan masyarakat. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kata dia, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memeluk dan beribadah sesuai agama tanpa membedakan ras dan golongan.
Begitu juga sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Menurut dia, sila itu memiliki arti memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat baik dalam hukum, kehidupan sosial dan kemanusiaan.
Dia mengatakan sila ketiga juga memiliki makna sangat penting karena bangsa ini memiliki kemajemukan dengan banyak etnis budaya dan berbentuk kepulauan.
Menurut HT, budaya gotong-royong sebagai pengamalan dari sila keempat juga harus dilestarikan. Begitu juga dengan musyawarah dan menyampaikan pendapat.
HT melanjutkan, sila kelima yang mengandung makna memberikan keadilan yang sama terhadap masyarakat, baik dalam layanan kesehatan pendidikan maupun kehidupan sosial lainnya.
“Kesejahteraan ini harus diwujudkan dengan mengurangi kesenjangan sosial,” tuturnya.
Menurut dia, kesenjangan telah menyebabkan pengusaha mikro dan kecil sulit mengakses modal. Begitu juga petani yang akhirnya hanya menjadi penggarap karena tidak memiliki lahan.
“Terjun ke bawah seperti ini akan mengetahui permasalahan yang dihadapi, sata komitmen untuk mengabdi,” katanya.
(dam)