Pemerintah Percepat Bangun Sejuta Rumah Murah

Rabu, 10 Juni 2015 - 08:51 WIB
Pemerintah Percepat...
Pemerintah Percepat Bangun Sejuta Rumah Murah
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan mempercepat rencana pembangunan sejuta rumah murah. Rumah ini diperuntukkan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Utamanya bagi para pegawai negeri sipil (PNS). ”Kita akan minta daerah untuk memberikan pembinaan kepada pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan,” ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo seusai menandatangani kesepakatan bersama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU - Pera), Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Realestat Indonesia, Bank BTN, dan Bank BNI di Kantor Kemendagri, Jakarta, kemarin.

Tjahjo meminta pemda mempermudah dan memberi keringanan dalam perizinan. Di samping itu, pemda juga diharapkan membantu dalam penyediaan tanah, penetapan lokasi bantuan PSU, dan pengendalian pembangunan perumahan. ”Untuk masyarakat berpenghasilan rendah seperti kelompok nelayan, pekerja/- buruh, PNS, dan anggota TNI/- Polri,” sebutnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan mencari aset-aset daerah yang tidak terpakai, murah, dan jauh dari kota. Program pembangunan rumah tahun anggaran 2015 akan dilaksanakan melalui APBN dengan target sebanyak 334.000 unit rumah. Sedangkan yang berasal dari non-APBN ditargetkan 666.000 unit.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemerintahan Umum (PUM) Agung Mulyana mengatakan, kendala dalam merealisasikan satu juta rumah ini tidaklah seberapa. Apalagi, dalam izin mendirikan bangunan (IMB) dipermudah dengan pemotongan 95%. ”IMB hanya 5%. Kemudian bunga bank akan disamakan di semua daerah, termasuk syarat-syaratnya,” paparnya.

Tahun ini ditargetkan 130.000 PNS bisa mengikuti program rumah murah ini. Dia menjelaskan, rumah ini diprioritaskan untuk PNS golongan I, golongan II, dan sebagian golongan III. Selain PNS, pegawai honorer dan tenaga medis juga akan mendapat kesempatan.

”Syaratnya yang jelas harus PNS. Tetapi, pegawai honorer di daerah dan tenaga perawat serta mantri juga bisa. Yang jelas yang belum punya rumah mendapat prioritas,” ungkapnya. Dalam pengerjaan program ini, pembangunan fisik perumahan akan melibatkan Realestat Indonesia.

Dita angga
(ftr)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved