Uang Kuliah Tunggal Diserahkan ke Kampus

Jum'at, 05 Juni 2015 - 09:04 WIB
Uang Kuliah Tunggal...
Uang Kuliah Tunggal Diserahkan ke Kampus
A A A
JAKARTA - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) memangkas uang kuliah tunggal (UKT). UKT untuk mahasiswa tidak mampu masih dijamin 20%, tetapi selebihnya diserahkan ke perguruan tinggi.

Sekjen Kemenristek Dikti Ainun Naim mengatakan, pemerintah akan memangkas 7 kelompok UKT menjadi 4 UKT. Kelompok pertama akan diisi mahasiswa tidak mampu dari daerah mana saja dan untuk program studi apa pun. Diketahui, kelompok 1 itu UKT-nya Rp0-500.000, sedangkan kelompok 2, 3, dan 4 membayar biaya kuliah sesuai dengan besaran yang ditetapkan kampus dan untuk program studi yang sudah ditentukan kampus juga.

”Jadi kita sederhanakan sekarang kelompoknya. Jika dulu ada 7, sekarang dipangkas jadi 4 kategori,” katanya di Gedung Kemenristek Dikti, Jakarta, kemarin. Ainun menjelaskan, mahasiswa juga bisa mengajukan banding jika kelompok UKT yang diterimanya tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi. Begitu pula jika ada perubahan status ekonomi dari kaya ke miskin atau miskin ke kaya pun besaran UKT bisa diubah.

Ainun mengatakan, evaluasi UKT sekarang ini dengan sistem yang harus mempertimbangkan aspek keadilan bagi mahasiswa yang tidak mampu. Jika ada mahasiswa yang sangat tidak mampu bisa dibebaskan dari biaya kuliah plus ditambah uang makan dari Bidik Misi. Maka mahasiswa mampu semestinya membayar uang kuliah setinggi-tingginya tanpa dibatasi lagi dengan 7 kelompok UKT tersebut.

Meski pemerintah membatasi uang kuliah tertinggi, itu tidak boleh lebih besar daripada biaya kuliah tunggal (BKT) di tiap perguruan tinggi negeri (PTN). Sesdirjen Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti Patdono Suwignyo menjelaskan, untuk kelompok UKT pertama itu akan diisi 20% mahasiswa tidak mampu dan penerima Bidik Misi.

Dia menjelaskan, penerima Bidik Misi digabung dengan kelompok 1 UKT karena selama ini jumlah penerima beasiswa tersebut belum mencapai kuota 20%. Untuk UKT kelompok 1 ini juga, kampus harus memberikannya secara tersebar di seluruh program studi. ”Kelompok 1 itu gratis bagi yang tidak mampu. Namun untuk UKT kelompok 1 harus ada di semua studi, tidak hanya di sastra Jawa saja atau teknik saja,” urainya.

Patdono menambahkan, untuk UKT kelompok 2, 3, dan 4 diserahkan ke tiap kampus. Pemerintah beralasan, biaya kuliah kelompok 2, 3, dan 4 adalah hak otonomi kampus. Selain itu pengelola PTN itu sendiri yang mengetahui bagaimana kondisi perekonomian masyarakat dan komunitas pendaftarnya.

Dia menjelaskan, perubahan kelompok UKT ini menjadi bagian evaluasi UKT yang dilakukan setiap tahunnya. Evaluasi tahun lalu, menurutnya, menyasar ke berapa banyak mahasiswa yang masuk pada setiap kelompok. Dari evaluasi tahun lalu, jumlah mahasiswa yang masuk ke kategori 6 dan 7 maksimal hanya 2%.

Rata-rata paling banyak mahasiswa membayar UKT menumpuk di kisaran Rp1,5 juta-2 juta atau sekitar 15%. Patdono menerangkan, prinsip keadilan memang diutamakan dalam UKT tahun ini. Misalnya saja jurusan kedokteran di Universitas Indonesia (UI) BKT-nya Rp28 juta, tetapi UKT tertingginya Rp7,5 juta.

Rektor Universitas Andalas (Unand) Wery Darta Taifur berpendapat, dia menyambut baik evaluasi UKT yang disampaikan Kemenristek Dikti. Apalagi empat kelompok UKT ini akan berlaku tahun depan dan bukan tahun ini yang bisa menimbulkan kerepotan penyusunan anggaran di PTN. Dengan masa jeda ini, menurutnya, PTN mempunyai kesempatan melakukan penyesuaian dan kajian ulang anggaran biaya kuliah.

Neneng zubaidah
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved