Ini Sebab Radikalisme di Kalangan Menegah

Kamis, 04 Juni 2015 - 23:44 WIB
Ini Sebab Radikalisme...
Ini Sebab Radikalisme di Kalangan Menegah
A A A
JAKARTA - Gerakan radikalisme yang saat ini disinyalir menyerang kalangan menengah dipicu banyak sebab. Salah satunya, karena carut-marut sosial yang sifatnya multidimensi.

Misalnya saja yang bersifat ekonomi dan menjurus pada tingkat kesejahteraan.

"Di kalangan menengah, gerakan radikalisme ini menyerang karena kemiskinan jiwa. Hal itu disebabkan karena pembangunan hanya disasar pada material, sedangkan aspek kejiwaannya kurang," kata Ketua Pelaksana Harian Pusat Studi Pancasila Universitas Pancasila (PSP UP) Yudi Latif usai acara Simposium & Workshop Keteladanan Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa di Dalam Perubahan Masyarakat di Aula Fakultas Hukum UP, Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Diakui dia, adanya kantung kemiskinan menjadi basis rekruitmen bagi teroris. Namun, kata dia, bukan berarti kalangan ini seluruhnya menjadi teroris.

"Kalangan ini hanya menjadi basis (rekrutmen) yang bagus bagi produksi terorisme," tegasnya.

Namun, dalam kasus gerakan radikal di kelas menengah bertaut dengan ketidakpastian hidup yang sifatnya ekonomi. Menyempitnya ketersediaan lapangan kerja serta tidak ada kepastian masa depan membuat mereka mencari jalan untuk mendapat kepastian hidup selain di dunia.

"Karena tidak melihat harapan di dunia maka mereka mencari jalan," ujarnya.

Rektor UP, Wahono Sumaryono memastikan di kampusnya tidak ada gerakan radikalisme di kalangan mahasiswa. Karena para mahasiswa selalu diajak berpikiran terbuka.

Bahkan dalam tiap unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus selalu diberi ruang untuk beraktifitas. Pihak kampus juga melakukan pemantauan terhadap UKM yang ada.

"Sehingga timbul solidaritas sosial dalam kampus sehingga benih radikalisme bisa ditangkal," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
6 Kandidat Calon Ketua...
6 Kandidat Calon Ketua Umum PB SEMMI Periode 20262029 Resmi Ditetapkan
KAEF Siapkan Ekosistem...
KAEF Siapkan Ekosistem Terintegrasi, Perkuat Misi Indonesia Bebas TB pada 2030
Mendagri Ingatkan Kepala...
Mendagri Ingatkan Kepala Desa Jaga Integritas dan Kuasai Manajemen Pemerintahan
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Roy Suryo Klaim Tak...
Roy Suryo Klaim Tak Rusak Dokumen Ijazah Jokowi: Sampai Sekarang Masih Bisa Diakses Publik
LPSK Tolak Justice Collaborator...
LPSK Tolak Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG, Ini Alasannya
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved