Ijazah Palsu Marak karena Jadi Syarat Naik Pangkat

Kamis, 04 Juni 2015 - 20:42 WIB
Ijazah Palsu Marak karena...
Ijazah Palsu Marak karena Jadi Syarat Naik Pangkat
A A A
JAKARTA - Peredaran ijazah palsu diduga disebabkan adanya persyaratan ijazah untuk kenaikan pangkat. Hal tersebut pun pada akhirnya membuat masyarakat di Tanah Air mengambil jalan pintas untuk membuat ijazah palsu.

"Ada mekanisme kenaikan pangkat dilatari ijazah. Bukan keterampilan, bukan knowledge, bukan kompetensinya. Yang dicari lembar ijazahnya," kata Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Edy Sunadi Hamid di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Menurutnya, masyarakat Indonesia masih terpaku dengan budaya lama, ijazah lebih penting dibanding kompetensi untuk memperoleh sebuah pekerjaan. "Karena masyarakat mengedapankan budaya simbolik daripada substantif, sehingga yang dikejar gelar, bukan kompetensinya," imbuh dia.

Selain itu, longgarnya syarat dan kebijakan pemerintah untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi juga menjadi penyebab maraknya peredaran ijazah palsu tersebut. "Saya mengatakan, tolong yang seperti itu dicermati. Syarat saya lihat terlalu longgar harus dilihat, sehingga banyak tidak layak. Pendiri siapa, yayasannya bagaimana, fasilitas gimana, pendanaan bagaimana. Barangkali ada kedekatan sehingga itu mudah," tegas Edy.

Untuk mengantisipasi semakin maraknya peredaran ijazah palsu, pihaknya pun akhirnya memutuskan untuk melayangkan surat kepada seluruh perguruan tinggi untuk dilakukan audit terhadap tenaga pendidikan dosen.

"Saya membuat surat edaran ke semua perguruan tinggi melalui Aptisi. Supaya perguruan tinggi melakukan audit tenaga pendidikan dosen di lingkungan masing-masing," katanya.

Tidak hanya itu, dia juga meminta agar aparat penegak hukum menindak tegas oknum yang terlibat dalam penerbitan dan peredarannya. Masyarakat pun diimbau untuk segera melapor ke pihak berwajib jika menemukan tindakan kriminal tersebut.

"Melaporkan jika melihat praktik kotor kepada perguruan tinggi manapun ke pengurus pusat APTISI, Kemeristek, atau pihak yang berwajib," tandas dia.
(hyk)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved