PM Irak Keluhkan Koalisi AS

Rabu, 03 Juni 2015 - 12:30 WIB
PM Irak Keluhkan Koalisi...
PM Irak Keluhkan Koalisi AS
A A A
BAGHDAD - Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menuding pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) tidak melakukan upaya yang cukup untuk mengalahkan gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dia juga menyaksikan sedikit bukti adanya dukungan dunia terhadap Irak di lapangan. Abadi mengatakan bahwa koalisi gagal menghentikan gerak maju ISIS di Irak dan Suriah, meskipun telah dilakukan sejumlah serangan udara dan penempatan pelatih militer Barat. Gelombang gerilyawan asing yang bergabung dalam ISIS terus meningkat.

”Masuknya gerilyawan asing juga menjadi permasalahan internasional,” ungkap Abadi dikutip AFP. Dia menambahkan, enam dari 10 gerilyawan ISIS di Irak adalah orang asing. Abadi mengungkapkan, komunitas internasional harus menjelaskan kenapa banyak teroris dari Arab Saudi, Teluk, Mesir, Suriah, Turki dan negara Eropa lainnya. ”Banyak perundingan dan konferensi untuk Irak, tetapi minim bantuan di lapangan,” ungkapnya.

Irak semakin bergantung pada para sukarelawan Syiah untuk menghadapi ISIS, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap memburuknya ketegangan sektarian. Peran baru milisi Syiah, yang sebagian besar didukung Iran, di wilayah Sunni dipandang menimbulkan keadaan yang ”sangat rapuh”.

Abadi mengklaim pasukannya berhasil mendapatkan kemajuan dalam pertempuran melawan ISIS. Namun, dia masih membutuhkan dukungan komunitas internasional. ”Permasalahan bukan berada di Irak. ISIS tidak didirikan di Irak,” katanya. Irak ke depannya, kata Abadi, membutuhkan laporan intelijen dan senjata, termasuk senjata antitank. Dia mengklaim Baghdad hanya mendapatkan bantuan amunisi dalam jumlah yang sedikit.

”Pemerintah Irak sangat membutuhkan lebih banyak senjata,” katanya. Dia menambahkan, serangan udara memang dibutuhkan Irak, tetapi itu saja tidak cukup. Kritik Abadi itu mencuat setelah ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri terhadap pangkalan polisi Irak di Baghdad utara pada Senin (1/6) yang menewaskan sedikitnya 37 orang.

Kemarahan tersebut juga diungkapkan sebelum koalisi pimpinan AS perang melawan ISIS dijadwalkan bertemu di Paris, Prancis untuk mengkaji strategi mereka pekan ini. AS dan koalisi ingin menekan Abadi agar memperbaiki hubungan dengan minoritas Sunni di Irak. Namun, Abadi yakin dia mampu membujuk beberapa suku Sunni untuk berjuang melawan ISIS.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved