Tak Ada Alasan Khusus Jokowi Pilih Pansel Perempuan
Kamis, 21 Mei 2015 - 11:03 WIB
Tak Ada Alasan Khusus Jokowi Pilih Pansel Perempuan
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih sembilan perempuan sebagai panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagaimana penjelasan pihak Istana?.
Pihak Istana menuturkan, Presiden Jokowi tidak mempunyai alasan khusus memilih perempuan sebagai Pansel Capim KPK. Menurutnya, alasan pemilihan berdasarkan kompetensi setelah melalui proses seleksi dari nama-nama yang telah ada.
"Memang kalau cowok semua enggak bertanya. Ini cewek semua baru ditanya. Pansel-pansel sebelumnya juga banyak yang cowok," ujar Mensesneg Pratikno di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2015).
Mantan Rektor Universitas Gajah Mada ini menuturkan, Presiden Jokowi memilih Pansel Capim KPK dari beberapa calon yang diusulkan banyak pihak. Katanya, ada sekitar 40 nama yang masuk.
Dia menamabhkan, Presiden Jokowi mempelajari profil calon-calon Pansel Capim KPK hingga dua minggu lamanya. Sampai pada akhirnya diputuskan sembilan nama berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.
"Presiden memilih berdasarkan kriteria yang beliau sampaikan. Ini masalah kompetensi, integritas, dan juga keberagaman keahlian," tegas Pratikno.
Pihak Istana menuturkan, Presiden Jokowi tidak mempunyai alasan khusus memilih perempuan sebagai Pansel Capim KPK. Menurutnya, alasan pemilihan berdasarkan kompetensi setelah melalui proses seleksi dari nama-nama yang telah ada.
"Memang kalau cowok semua enggak bertanya. Ini cewek semua baru ditanya. Pansel-pansel sebelumnya juga banyak yang cowok," ujar Mensesneg Pratikno di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2015).
Mantan Rektor Universitas Gajah Mada ini menuturkan, Presiden Jokowi memilih Pansel Capim KPK dari beberapa calon yang diusulkan banyak pihak. Katanya, ada sekitar 40 nama yang masuk.
Dia menamabhkan, Presiden Jokowi mempelajari profil calon-calon Pansel Capim KPK hingga dua minggu lamanya. Sampai pada akhirnya diputuskan sembilan nama berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.
"Presiden memilih berdasarkan kriteria yang beliau sampaikan. Ini masalah kompetensi, integritas, dan juga keberagaman keahlian," tegas Pratikno.
(kri)