DPR Enggan Komentar Anggaran Soal Bangun Gedung Baru
Rabu, 20 Mei 2015 - 17:49 WIB
DPR Enggan Komentar Anggaran Soal Bangun Gedung Baru
A
A
A
JAKARTA - DPR akan membangun gedung dengan membentuk tim implementasi reformasi. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dipilih untuk menjadi ketua tim implementasi reformasi tesebut.
Kendati demikian, saat ditanya soal anggaran pembangunan yang direncanakan oleh timnya itu, Fahri enggan berkomentar. Menurutnya, semua urusan anggaran bukan diurus olehnya namun oleh Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR.
"Saya tidak terlibat dan tidak boleh ada anggota yang terlibat. Proses anggaran saya tidak ikut dan saya bukan kuasa pengguna anggaran," ujar Fahri saat ditemui di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/15).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu membantah anggapan jika ada permainan uang dalam wacana pembangunan infrastruktur baru di Kompleks Parlemen tersebut. Menurut Fahri, semua telah diurus oleh Setjen DPR.
"Itu dilakukan independen di Setjen. Terserah kalau mau curiga dengan mengatakan saya main proyek dan tidak main-main," jelasnya.
Fahri menegaskan, dirinya tidak akan mempermainkan uang dalam proyek seperti kepentingan yang ada di dalam proyek tersebut adalah membangun ide besar.
"Sayangnya, banyak orang tidak mengerti soal ide-ide besar tersebut. Hal tersebut terjadi lantaran ide itu tidak diangkat dan dijadikan perdebatan," jelasnya.
Kepentingan anggota DPR melalui tim implementasi reformasi kata dia, adalah untuk membangun ide besarnya. Sebab tidak banyak orang yang mengerti ide-ide kalau tidak diangkat menjadi perdebatan besar.
"Saya bertanggung jawab sebagai ketua tim untuk mengawal perdebatan. Itu saja," tandas Fahri.
Kendati demikian, saat ditanya soal anggaran pembangunan yang direncanakan oleh timnya itu, Fahri enggan berkomentar. Menurutnya, semua urusan anggaran bukan diurus olehnya namun oleh Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR.
"Saya tidak terlibat dan tidak boleh ada anggota yang terlibat. Proses anggaran saya tidak ikut dan saya bukan kuasa pengguna anggaran," ujar Fahri saat ditemui di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/15).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu membantah anggapan jika ada permainan uang dalam wacana pembangunan infrastruktur baru di Kompleks Parlemen tersebut. Menurut Fahri, semua telah diurus oleh Setjen DPR.
"Itu dilakukan independen di Setjen. Terserah kalau mau curiga dengan mengatakan saya main proyek dan tidak main-main," jelasnya.
Fahri menegaskan, dirinya tidak akan mempermainkan uang dalam proyek seperti kepentingan yang ada di dalam proyek tersebut adalah membangun ide besar.
"Sayangnya, banyak orang tidak mengerti soal ide-ide besar tersebut. Hal tersebut terjadi lantaran ide itu tidak diangkat dan dijadikan perdebatan," jelasnya.
Kepentingan anggota DPR melalui tim implementasi reformasi kata dia, adalah untuk membangun ide besarnya. Sebab tidak banyak orang yang mengerti ide-ide kalau tidak diangkat menjadi perdebatan besar.
"Saya bertanggung jawab sebagai ketua tim untuk mengawal perdebatan. Itu saja," tandas Fahri.
(maf)