Sistem Monitor Evaluasi Pantau Pembangunan DKI

Senin, 18 Mei 2015 - 11:26 WIB
Sistem Monitor Evaluasi...
Sistem Monitor Evaluasi Pantau Pembangunan DKI
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta optimistis pembangunan di wilayahnya berjalan maksimal meski ribuan kegiatan masih dalam proses lelang.

Sistem monitor evaluasi (monev) diyakini dapat memaksimalkan kelanjutan pembangunan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan, pihaknya telah membentuk Tim Evaluasi Penyerapan Pengendalian Anggaran (TEPPA) untuk memacu sekaligus memicu satuan kerja perangkat daerah (SKPD)/unit kerja perangkat daerah (UKPD) terhadap pentingnya percepatan pembangunan.

Seluruh progres kegiatan SKPD akan terpantau dalamsistemmonevolehTEPPA. ”TEPPA itu terdiri atas Bappeda, BPKAD, dan sekda. Apabila tidak memuaskan, SKPD akan terkena evaluasi,” ujarnya kemarin.

Saat ini pihaknya sedang meng-upload data kegiatan SKPD dari server komunikasidan informasi (Kominfo) ke dalam sistem monev di mana terdapat data dasar terkait anggaran kegiatan, jadwal mulai, dan target penyelesaian. Kemudian setiap pekan SKPD wajib mengisi progres pengerjaan kegiatan berikut foto pelaksanaannya.

Jika di pertengahan dan akhir jadwal yang ditargetkan SKPD progresnya terlalu lambat, sistem monev akan mengeluarkan tanda merahpertanda SKPD/ UKPD harus mendapat evaluasi.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui penyerapan anggaran tahun ini tidak maksimal lantaran para PNS tidak bersungguh-sungguh dalam melelang dan melaksanakan kegiatan. Dia memastikan akan lebih banyak lagi PNS yang akan dievaluasi. Mantan Bupati Belitung Timur itu geram dengan ulah PNS yang masih mempermainkan anggaran meski Pemprov DKI sudah menggunakan sistem e-budgeting.

Misalnya dalam kegiatan pedestrian yang dilakukan SKPD Bina Marga senilai Rp35 miliar dan renovasi Gelanggang Olahraga Velodrome dengan anggaran mencapai Rp409 miliar. ”Banyak yang enggak masuk akal masa Velodrome Rp409 miliar. Apa yang mau direhab?” tegasnya.

Bima setiyadi
(ftr)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved