Kecelakaan Kereta di AS, 7 Orang Tewas

Jum'at, 15 Mei 2015 - 09:12 WIB
Kecelakaan Kereta di...
Kecelakaan Kereta di AS, 7 Orang Tewas
A A A
PHILADELPHIA - Tujuh orang tewas dan 200 orang terluka setelah kereta penumpang Amtrak keluar rel di Kota Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Penyidik menyalahkan masinis karena mengendalikan kereta dengan kecepatan lebih dari 160 km/jam di jalur tikungan.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengungkapkan, kecepatan kereta dua kali lipat dibandingkan dengan kecepatan standar. NTSB juga menuding masinis kereta Amtrak 188 tidak mengerem dan menurunkan kecepatan sebelum kereta tergelincir pada Selasa (12/5) malam waktu setempat.

”Masinis mengetahui sistem pengereman darurat ketika melaju di rel tikungan di mana kecepatan yang dibutuhkan hanya 80 km/jam,” ungkap Anggota Dewan NTSB Robert Sumwalt kemarin, dikutip Reuters. Sistem tersebut adalah ”kontrak kereta positif” yang mampu mencegah kereta tergelincir.

”Sistem itu mampu menurunkan kecepatan kereta dari 171 km/jam menjadi 80 km/jam dalam beberapa detik sebelum lokomotif dan tujuh gerbong kereta itu tergelincir,” tambahnya. ”Misi kita tidak hanya mencari tahu apa yang terjadi. Tetapi, kenapa itu bisa terjadi.Kita ingin mencegah kecelakaan serupa terjadi lagi,” ungkap Sumwalt. Tim NTSB memastikan semua bukti di lokasi kecelakaan akan diteliti detail.

Lokomotif dan gerbong juga akan dipindahkan ke lokasi yang aman untuk diselidiki. Informasi sementara dari kotak hitam kereta juga telah diketahui. Sumwalt mengkritik sistem kontrol kecepatan kereta di lokasi kecelakaan Northeast Corridor antara Washington dan New York belum terpasang.

”Kita meminta sistem kontrol kecepatan seharusnya dipasang di jalur tersebut sehingga kecelakaan tidak akan terjadi lagi,” pintanya. Wali Kota Philadelphia Michael Nutter mengkritik masinis yang menjalankan kereta. Melaju dengan kecepatan dua kali lipat dari kondisi normal merupakan sesuatu yang sangat menghancurkan. ”Itu sangat gila,” kata Nutter.

Dia mengungkapkan, layanan kereta ke New York untuk sementara dihentikan selama satu pekan. Seorang pejabat pemerintahan mengungkapkan masinis Amtrak 188 adalah Brandon Bostian, 32. Alumni Universitas Missouri tersebut bekerja sebagai masinis Amtrak lebih dari empat tahun. Sebelumnya dia pernah bekerja sebagai pemimpin perjalanan kereta api.

Bostian menjalani 14 jahitan di kepala dan mengalami luka di kedua kakinya. Menurut pengacara Bostian, Robert Goggin, kliennya tidak memiliki penjelasan tentang kecelakaan. ”Bostian mengaku ingat jalur menikung di depannya. Dia juga mencoba mengurangi kecepatan. Tibatiba dia terpental,” kata Goggin kepada stasiun televisi ABC.

Dia menambahkan, Bostian tidak ingat apakah dia mengerem atau tidak. Namun, Goggin mengungkapkan kliennya siap bekerja sama dengan otoritas. Sementara itu, para pejabat AS mengungkapkan beberapa penumpang dan awak kereta belum ditemukan. Mereka mengungkapkan jumlah korban bisa bertambah. Sejauh ini jumlah korban tewas mencapai tujuh orang.

Kereta tersebut mengangkut 243 penumpang dan awak kereta. Korban tewas di antaranya staf kantor berita Associated Press dan taruna Akademi Angkatan Laut AS. ”Rumah sakit merawat lebih dari 200 pasien pagi ini (kemarin),” kata Sam Phillips, direktur manajemen Darurat Kota Philadelphia, kepada AFP. Menurut Herbert Cushing, kepala medis Rumah Sakit Universitas Temple, sebagian korban luka mengalami patah tulang dan penyakit paru-paru.

Sebagian korban adalah wisatawan asal Spanyol, Belgia, Jerman, dan India. Menurut Max Helfman, 19, penumpang Amtrak, dia bersama ibunya berada di gerbong terakhir. Keduanya tidak mengenakan sabuk pengaman. ”Banyak orang yang terlempar,” kata Helfman kepada Philadelphia Inquirer.

Dia mengungkapkan, banyak penumpang yang terluka di bagian kepala. Beberapa penumpang terpaksa memecahkan jendela kaca untuk menyelamatkan diri. Menurut para saksi mata, suasana panik dan tegang ketika kereta tergelincir. Para penumpang terlempar dan barang bawaan beterbangan.

Satu gerbong kereta hancur totalsaat kecelakaan terjadi pada Selasa (12/5) malampukul21.30 waktusetempat. Iwina Washington, 27, seorang saksi mata, mengungkapkan, banyak wajah korban selamat dipenuhi darah. Mereka terlihat bingung. ”Itu seperti episode The Walking DeadThe Walking Dead,” kata Washington.

Hal senada diungkapkan penduduk Philadelphia, Scott Lauman. Dia mengungkapkan, lokasi kecelakaan seperti suatu tempat yang heboh. ”Itu seperti ada bom yang meledak,” sebut Lauman. Wakil Presiden AS Joe Biden juga mengungkapkan duka mendalambagi para korban.Diasalah satupejabatAS yangkerapmenggunakan kereta Amtrak tersebut. ”Amtrak itu seperti keluarga kedua bagi saya,” ujar Biden.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved