Diperiksa KPK, Jero Wacik Ditanya Dana Operasional Menteri
Selasa, 12 Mei 2015 - 21:50 WIB
Diperiksa KPK, Jero Wacik Ditanya Dana Operasional Menteri
A
A
A
JAKARTA - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah selesai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jero mengaku pemeriksaannya hari ini berfokus mengenai kasusnya saat menjabat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) tahun 2008-2011.
Dia menuturkan penyidik mengajukan tiga pertanyaan terhadapnya dan sebagian besar terkait dana operasional menteri (DOM) di Kemenbudpar.
"Hampir 80% waktu membahas DOM selama saya Menbudpar," katanya usai keluar Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (12/5/2015).
Selama pemeriksaan, penyidik meminta keterangannya terkait penggunaan serta detail dana yang digunakan. "Saya sebetulnya sudah agak lupa banyak ya. Kemudian surat edarannya ada, apakah semua menteri dapat, itu pertanyaannya. Mengenai DOM itu yang paling lama," tuturnya.
Selain itu, Jero mengaku, penyidik juga meminta keterangan soal gajinya selama menjabat sebagai menteri. Dia, mengungkapkan semua gaji menteri dipatok pada angka yang sama dan tidak pernah ada kenaikan selama 10 tahun.
"Saya bilang Rp19,5 juta, kemudian penyidik tanya apakah semua menteri gajinya segitu? Saya bilang iya. Selama 10 tahun gaji Bapak enggak pernah naik? Enggak. Terus bapak tenang aja? Iya tenang aja, namanya tugas," ucap Jero meniru pertanyaan penyidik terhadapnya.
Terkait hal itu, Jero membantah dirinya disebut pernah meminta adanya peningkatan dana operasional di Kemenbudpar.
"Enggak, enggak pernah, jadi DOM di Budpar sesuai dengan aturan, ada di APBN, ada aturannya, dan saya tidak pernah melanggar aturan," tukas kader Demokrat ini.
Dia menuturkan penyidik mengajukan tiga pertanyaan terhadapnya dan sebagian besar terkait dana operasional menteri (DOM) di Kemenbudpar.
"Hampir 80% waktu membahas DOM selama saya Menbudpar," katanya usai keluar Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (12/5/2015).
Selama pemeriksaan, penyidik meminta keterangannya terkait penggunaan serta detail dana yang digunakan. "Saya sebetulnya sudah agak lupa banyak ya. Kemudian surat edarannya ada, apakah semua menteri dapat, itu pertanyaannya. Mengenai DOM itu yang paling lama," tuturnya.
Selain itu, Jero mengaku, penyidik juga meminta keterangan soal gajinya selama menjabat sebagai menteri. Dia, mengungkapkan semua gaji menteri dipatok pada angka yang sama dan tidak pernah ada kenaikan selama 10 tahun.
"Saya bilang Rp19,5 juta, kemudian penyidik tanya apakah semua menteri gajinya segitu? Saya bilang iya. Selama 10 tahun gaji Bapak enggak pernah naik? Enggak. Terus bapak tenang aja? Iya tenang aja, namanya tugas," ucap Jero meniru pertanyaan penyidik terhadapnya.
Terkait hal itu, Jero membantah dirinya disebut pernah meminta adanya peningkatan dana operasional di Kemenbudpar.
"Enggak, enggak pernah, jadi DOM di Budpar sesuai dengan aturan, ada di APBN, ada aturannya, dan saya tidak pernah melanggar aturan," tukas kader Demokrat ini.
(kri)