PDIP Dukung Penuh Langkah Jokowi Mereshuffle Kabinet
Selasa, 12 Mei 2015 - 19:19 WIB
PDIP Dukung Penuh Langkah Jokowi Mereshuffle Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai pengusung pemerintahan Jokowi-JK mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) buat mengefektifkan pemerintahannya. Termasuk langkah Jokowi buat mengganti kabinetnya (reshuffle).
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, partainya mendukung penuh jika Jokowi mau mengganti anak buahnya tersebut. "Kami mendukung penuh langkah dan kebijakan presiden menyelesaikan soal itu," katanya saat berkunjung ke Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/5/2015).
Hasto mengatakan, isu reshuffle kabinet belakangan menyeruak ke publik setelah Jokowi menggelar rapat buat mengevaluasi para menterinya. Evaluasi tersebut kemudian direspons publik yang menilai perlunya pembenahan secara fundamental Kabinet Kerja.
"Seperti pertumbuhan ekonomi dan lemahnya nilai tukar rupiah, itu menciptakan persoalan-persoalan yang harus segera direspons presiden," paparnya.
Kendati begitu, Hasto berpendapat, inti persoalan di pemerintahan Jokowi jangan hanya terpaku pada soal reshuffle kabinet, melainkan subtansi persoalan bisa diserap kabinetnya.
"Reshuffle bukan hanya ganti kabinet, tapi gimana caranya pokok persoalan bisa diselesaikan, berbagai hasil survei bisa menjadi bahan pertimbangan presiden," tandasnya.
Oleh sebab itu, tambah Hasto, terpenting buat Jokowi adalah mengedepankan misi ekonomi kerakyatan seperti tertuang dalam program nawacitanya. "Selain itu saya harap isu reshuffle ini tidak mengganggu kinerja kabinet Jokowi," tukasnya.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, partainya mendukung penuh jika Jokowi mau mengganti anak buahnya tersebut. "Kami mendukung penuh langkah dan kebijakan presiden menyelesaikan soal itu," katanya saat berkunjung ke Kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/5/2015).
Hasto mengatakan, isu reshuffle kabinet belakangan menyeruak ke publik setelah Jokowi menggelar rapat buat mengevaluasi para menterinya. Evaluasi tersebut kemudian direspons publik yang menilai perlunya pembenahan secara fundamental Kabinet Kerja.
"Seperti pertumbuhan ekonomi dan lemahnya nilai tukar rupiah, itu menciptakan persoalan-persoalan yang harus segera direspons presiden," paparnya.
Kendati begitu, Hasto berpendapat, inti persoalan di pemerintahan Jokowi jangan hanya terpaku pada soal reshuffle kabinet, melainkan subtansi persoalan bisa diserap kabinetnya.
"Reshuffle bukan hanya ganti kabinet, tapi gimana caranya pokok persoalan bisa diselesaikan, berbagai hasil survei bisa menjadi bahan pertimbangan presiden," tandasnya.
Oleh sebab itu, tambah Hasto, terpenting buat Jokowi adalah mengedepankan misi ekonomi kerakyatan seperti tertuang dalam program nawacitanya. "Selain itu saya harap isu reshuffle ini tidak mengganggu kinerja kabinet Jokowi," tukasnya.
(kri)