Keributan Warnai Kongres PD

Selasa, 12 Mei 2015 - 09:35 WIB
Keributan Warnai Kongres...
Keributan Warnai Kongres PD
A A A
SURABAYA - Keributan kecil sempat mewarnai proses registrasi peserta Kongres Partai Demokrat (PD) di Hotel Shangri-La kemarin. Sekelompok orang yang mengaku sebagai pengurus PD di daerah menyerbu arena kongres.

Mereka melakukan protes karena tak mendapat hak suara. Menurut informasi, mereka adalah mantan ketua DPC yang diganti oleh plt. Keributan itu terjadi saat dilakukan registrasi peserta di lantai III hotel tempat acara. ”Kami jauh-jauh dari Sulawesi, kenapa kami tak diakui,” kata salah satu pengurus DPC PD yang mengaku bernama Paulus.

Dengan menenteng SK yang ditandatangani DPP, mereka ternyata ditolak sebagai peserta kongres yang bisa menggunakan hak pilihnya. ”Apa salah kami,” kata pengurus DPC dari Purbalingga, Muhamad Iksan, yang mengaku mantan ketua DPC Demokrat. Begitu muncul protes, pengurus DPC yang lain juga melakukan protes serupa. Pengurus DPC Partai Demokrat Nganjuk juga dengan lantang menunjukkan SK dan memprotes panitia.

”SK pengurus dilegalisasi DPP sejak November. Kami resmi menggelar muscab. Panitia harus menjelaskan ini,” teriaknya. Begitu ricuh, panitia dengan cara mereka menggelandang dan berteriak, ”Bapak-bapak yang protes, kami panitia. Mari ikut saya, kita selesaikan secara internal,” kata panitia. Ketua Harian PD Syarif Hasan sebelumnya mengakui bahwa ada rumor tentang adanya 162 plt ketua DPC seluruh Indonesia. Kondisi ini memang rentan kisruh.

”Yang benar itu 89 plt,” kata Syarif. Sementara itu, Sekretaris KPPD M Iksan menyatakan bahwa tujuan utama yang diperjuangkan KPPD adalah meminta dipulihkan hak-haknya sebelum kongres dimulai. ”Kami sudah mendatangi panitia kongres untuk registrasi. Tapi masih dijanjikan akan digodok tim krisis center mengenai data-data dan SK yang kami lampirkan, jadi kami masih menunggu sampai besok,” papar mantan Ketua DPC PD Purbalingga Jateng itu.

Ihya ulumuddin
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved