Sosial & Budaya

Masuk 4 pilar, Pancasila tetap jadi ideologi negara

Kamis,  13 Juni 2013  −  17:18 WIB
Masuk 4 pilar, Pancasila tetap jadi ideologi negara
Ilustrasi (Istimewa)

Sindonews.com - Istilah empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara oleh MPR RI sempat menuai kontroversi. Pancasila yang menjadi salah satu pilar dianggap banyak pihak tidak tepat karena merupakan ideologi atau fondasi negara Indonesia.

"Empat pilar itu hanya istilah untuk memudahkan sosialisasi kami saja. Sebenarnya jika membaca buku tentang empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang dikeluarkan MPR RI, Pancasila tetap menjadi landasan bangsa Indonesia. Pilar tentu tidak harus diartikan tiang, tapi bisa juga fondasi atau atap dr sebuah bangunan utuh," ujar Sekretaris Jenderal MPR RI Eddie Siregar di P4TK Kesenian, Yogyakarta, Kamis (13/6/2013).

Eddie menuturkan, dalam upaya sosialisasi yang lebih gencar soal empat pilar yakni Pancasila sebagai landasan, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, MPR RI tidak hanya menyasar ke masyarakat saja tapi juga pada tingkat legislatif, yudikatif dan eksekutif. Bahkan untuk kalangan pemerintahan, sosialisasi sudah dilakukan sejak 2005.

"Kondisinya sekarang ini kita kurang keteladanan. Teladan yang ada saat ini bahkan kebanyakan tidak baik. Itulah mengapa kami sendiri mengutamakan sosialisasi empat pilar di tingkat pimpinan. Mulai dari pemerintahan pusat, daerah, bahkan hingga tingkat kecamatan. Dengan begitu diharapkan sosialisasi yang kami berikan pada masyarakat, khususnya remaja memiliki contoh baik untuk ditiru," imbuhnya.

Diungkapkan Eddie, selain menggelar lomba cerdas cermat, sejak 2008 lalu sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara juga dilakukan melalui seminar, lokakarya, outbond, dialog di media elektronik dan program 4 Pilar Goes to Campus. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh pihaknya, masyarakat merespon baik sosialisasi empat pilar tersebut.

"Sosialisasi ini sendiri tentu bertujuan utama untuk pembangunan kartakter bangsa. Hal ini untuk makin menumbuhkan nasionalisme masyarakat, dengan begitu kehidupan berbangsa dan bernegara kita akan semakin baik. Bukti nyata keberhasilan sosialisasi ini sendiri bisa dilihat dengan menurunnya angka tawuran pelajar di Indonesia," tuturnya.

Eddie berharap, ada tim asal Yogyakarta yang bisa melaju hingga grand final lomba cerdas cermat tahun ini seperti tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, salah satu manfaat sosialisasi empat pilar kehidupan Indonesia tersebut ialah mampu mewujudkan kesadaran para siswa untuk menyayangi dan menghargai bangsa dan negaranya.

"Tanpa mengetahui secara dalam tentang fondasi dan pilar, tentu anak-anak bangsa tidak akan sayang apalagi menghargai," imbuhnya.


(kri)

views: 2.540x

 

shadow