Sosial & Budaya

Rusuh di KJRI Jeddah, bukti buruknya sinergi antar lembaga

Senin,  10 Juni 2013  −  18:23 WIB
Rusuh di KJRI Jeddah, bukti buruknya sinergi antar lembaga
Ilustrasi, (Ist).

Sindonews.com - Anggota Komisi I DPR RI, Syahfan Badri Sampurno mengatakan, sudah saatnya diperkuat lagi sinergi antara kementerian dan lembaga terkait dalam mengurusi masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

Hal itu dikatakan Syahfan terkait kerusuhan di depan kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), di Jeddah, pada Minggu 9 Juni 2013, sekira pukul 18.40 WIB.

"Sehingga berbagai permasalahan menyangkut keperluan TKI di Arab Saudi cepat tertangani. Terjadinya peristiwa pembakaran ini, mengindikasikan buruknya sinergitas antar lembaga dalam mengatur permasalahan TKI,” kata Syahfan lewat rilisnya kepada Sindonews, Senin (10/6/2013).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap, gedung KJRI di Jeddah itu segera dibangun kembali, mengingat keberadaan gedung itu amat penting bagi pengurusan segala kepentingan WNI di Arab Saudi.

“Gedung KJRI harus segera dibangun kembali, apalagi dalam waktu dekat akan datang musim haji yang membuat banyak WNI berbondong-binding ke Arab Saudi,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan, para TKI yang tak sabar membakar gedung KJRI di Jeddah. Kejadian bermula saat sejumlah TKI yang bermasalah antre untuk mendapatkan amnesti.

Mereka diharuskan membuat Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai awal untuk membuat paspor, dengan begitu mereka bisa tetap tinggal di Arab Saudi. Jumlah TKI yang banyak dan berdesakan di tengah cuaca panas diduga membuat emosi mereka tak terkendali dan membakar gedung KJRI tersebut.


(maf)

views: 1.699x

 

shadow