Jenderal Polisi Kelahiran Jawa Timur, Nomor 5 Karier Melejit Dalam Waktu 18 Hari Jadi Kapolri
Minggu, 08 Januari 2023 - 05:39 WIB
loading...
A
A
A
Kariernya terus menanjak, dia kemudian diangkat menjadi Komisaris Polisi Kelas I pada Jawatan Kepolisian Negara, Lektor PTIK pada 1960, Komandan Komandemen Mobrig Pusat pada 1960 hingga Kepala Pusat Pertahanan Sipil pada 1962.
Pada 1962, Soetjipto sempat dikirim ke Amerika Serikat. Tiga tahun kemudian, pada 1965, dia diangkat menjadi Kepala Kepolisian Negara untuk masa jabatan sampai 1968. Semasa kepemimpinannya, mulai berdiri Akademi Angkatan Kepolisian pada 1 Oktober 1965. Namun, pada 16 Desember 1965, pendidikan akademi itu disatukan ke dalam pendidikan ABRI, dan menjadi AKABRI Bagian Kepolisian.
3. Jenderal Polisi (Purn) Widodo Budidarmo
Jenderal Polisi Widodo Budidarmo merupakan Kapolri ketujuh yang menjabat selama empat tahun sejak 26 Juni 1974 hingga 25 September 1978. Dia merupakan Kapolri nonmuslim pertama dalam sejarah kepolisian di Indonesia.
Sama dengan pendahulunya, Widodo juga kenyang dengan pengalaman tempur. Dia pernah ikut dalam operasi menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.
Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian pada 1955 ini lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 1 September 1927. Pada awal 1960, Widodo memperdalam ilmu militernya di US Coast Guard Officers Candidate School, Amerika Serikat.
Pernah menjadi anggota MPR, Widodo kemudian dilantik oleh Presiden Soeharto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Mohamad Hasan yang memasuki masa purna tugas. Pada masa kepemimpinan Widodo di Korps Bhayangkara, Pemerintah mengeluarkan UU No. 9 tentang Narkotika.
4. Jenderal Polisi (Purn) Roesmanhadi
Pria kelahiran Madura, Jawa Timur pada 5 Maret 1946
merupakan Kapolri ke-14 yang menjabat sejak 29 Juni 1998 hingga 3 Januari 2000.
Karier Roesmanhadi diawali dari masa pendidikan Diklat Militer PTIK Angkatan 11, Sespim Polri 1980, Sesko ABRI 1990, dan Kursus Lemhannas 1992. Jabatan pertama Roesmanhadi setelah lulus PTIK yakni Irdin Res 86 Bandung Polda Jabar pada 1969.
Dia kemudian naik jabatan sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan dan Keamanan Bidang Pengamanan Umum pada 15 Oktober 1997. Dia juga pernah menjabat Wakapolda Kalbar pada 1991, Wakapolda Jatim 1992, Kapolda Sumut pada 1993, Kapolda Jatim pada 1995, dan terakhir Kapolri pada 1996.
Pada 1962, Soetjipto sempat dikirim ke Amerika Serikat. Tiga tahun kemudian, pada 1965, dia diangkat menjadi Kepala Kepolisian Negara untuk masa jabatan sampai 1968. Semasa kepemimpinannya, mulai berdiri Akademi Angkatan Kepolisian pada 1 Oktober 1965. Namun, pada 16 Desember 1965, pendidikan akademi itu disatukan ke dalam pendidikan ABRI, dan menjadi AKABRI Bagian Kepolisian.
3. Jenderal Polisi (Purn) Widodo Budidarmo
Jenderal Polisi Widodo Budidarmo merupakan Kapolri ketujuh yang menjabat selama empat tahun sejak 26 Juni 1974 hingga 25 September 1978. Dia merupakan Kapolri nonmuslim pertama dalam sejarah kepolisian di Indonesia.
Sama dengan pendahulunya, Widodo juga kenyang dengan pengalaman tempur. Dia pernah ikut dalam operasi menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.
Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian pada 1955 ini lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 1 September 1927. Pada awal 1960, Widodo memperdalam ilmu militernya di US Coast Guard Officers Candidate School, Amerika Serikat.
Pernah menjadi anggota MPR, Widodo kemudian dilantik oleh Presiden Soeharto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Mohamad Hasan yang memasuki masa purna tugas. Pada masa kepemimpinan Widodo di Korps Bhayangkara, Pemerintah mengeluarkan UU No. 9 tentang Narkotika.
4. Jenderal Polisi (Purn) Roesmanhadi
Pria kelahiran Madura, Jawa Timur pada 5 Maret 1946
merupakan Kapolri ke-14 yang menjabat sejak 29 Juni 1998 hingga 3 Januari 2000.
Karier Roesmanhadi diawali dari masa pendidikan Diklat Militer PTIK Angkatan 11, Sespim Polri 1980, Sesko ABRI 1990, dan Kursus Lemhannas 1992. Jabatan pertama Roesmanhadi setelah lulus PTIK yakni Irdin Res 86 Bandung Polda Jabar pada 1969.
Dia kemudian naik jabatan sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan dan Keamanan Bidang Pengamanan Umum pada 15 Oktober 1997. Dia juga pernah menjabat Wakapolda Kalbar pada 1991, Wakapolda Jatim 1992, Kapolda Sumut pada 1993, Kapolda Jatim pada 1995, dan terakhir Kapolri pada 1996.
Lihat Juga :