alexametrics

Rangking Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia

loading...
Rangking Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia
Nanang Bagus Subekti
A+ A-
Publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi internasional berperan sebagai media aktualisasi diri para akademisi dan peneliti dalam pengembangan ilmu pengetahuan secara internasional.

Lebih jauh lagi, jumlah publikasi internasional juga berperan meningkatkan harga diri suatu negara dalam bentuk diplomasi mutu pendidikan dan ilmu pengetahuan. Negara-negara yang memiliki mutu pendidikan dan iptek yang bagus cenderung memiliki jumlah publikasi internasional yang tinggi. Situs olahan pemeringkatan publikasi ilmiah SCImago Lab. (www.scimagojr.com ) melaporkan jumlah publikasi ilmiah dari tahun 1996-2013 berdasarkan data dari SCOPUS.

Portal tersebut memeringkat hasil publikasi 239 negara. Dari portal SCImago diketahui jika Indonesia berada pada urutan ke-61 dengan jumlah publikasi sebanyak 25.481. Indonesia kalah jauh dari negara tetangga ASEAN seperti Malaysia yang menempati urutan ke-37 dengan jumlah publikasi karya ilmiah 125.084, Singapura yang berada di peringkat ke-32 dengan jumlah publikasi 171.037, dan Thailand pada peringkat ke-43 dengan jumlah publikasi 95.690.



Negara ASEAN yang di bawah Indonesia adalah Vietnam dengan peringkat 66 yang memiliki jumlah publikasi sebanyak 20.460. Dari situs SCImago tersebut juga bisa dilihat tiga negara paling produktif menerbitkan karya-karya ilmiah, yaitu untuk peringat ke-1 diduduki oleh Amerika Serikat dengan jumlah publikasi karya ilmiah 7.846.972, peringkat ke-2 adalah Tiongkok (China) dengan jumlah publikasi3.129.719, danperingkatke-3yakni Inggris dengan jumlah publikasi 2.141.375.

Dari rangking publikasi internasional Indonesia di atas, bisa disimpulkan jika jumlah publikasi bereputasi internasional Indonesia cukup memprihatinkan. Hal ini tentu menarik untuk melihat akar permasalahan yang menyebabkan Indonesia memiliki rangking publikasi ilmiah internasional lebih rendah, termasuk dari beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Faktor-Faktor Penyebab

Tidaklah mudah menguraikan akar permasalahan penyebab minimnya publikasi jurnal internasional oleh akademisi di Indonesia. Namun, secara umum bisa dipahami berbagai hal yang menjadikan Indonesia tertinggal dari negara-negara lain. Pertama, penghargaan atas publikasi karya ilmiah. Karya ilmiah belum sepenuhnya menjadi aset yang dipikirkan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Minimnya penghargaan terhadap peneliti yang mampu lolos publikasi internasional menjadi salah satu penyebabnya. Untuk mengirimkan sebuah artikel ke dalam jurnal internasional tidaklah mudah. Seleksi yang ketat tentu memakan biaya yang tidak murah, baik dalam bentuk materi maupun nonmateri. Semakin tinggi reputasi suatu jurnal, salah satunya adalah impact factor -nya, maka proses seleksi yang dilakukan juga akan semakin ketat. Kedua, keterbatasan sumber daya dan dana.

Untuk menghasilkankaryailmiahyang berkualitas harus didukung oleh penelitian dan sumber referensi yang bermutu. Mahalnya biaya berlangganan jurnal internasional menjadi salah satu penyebab ketertinggalan peneliti Indonesia terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Tidak semua perguruan tinggi di Indonesia memiliki kemampuan finansial yang baik untuk berlangganan jurnal internasional.
halaman ke-1 dari 3
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak