Pandemi Covid-19 Picu Kebangkitan Riset dan Inovasi Dalam Negeri
Senin, 13 Juli 2020 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Dari 903 judul proposal yang masuk, telah dilakukan proses reviu dan penilaian sehingga yang lolos sebanyak 139 proposal. Adapun proposal tersebut meliputi lima bidang prioritas, yakni Pencegahan (30 proposal); Skrining dan Diagnosis (15 proposal); Alat Kesehatan dan Pendukung (34 proposal); Obat-obatan, Terapi, dan Multicenter Clinic (19 proposal); dan Sosial Humaniora dan Public Health Modelling (41 proposal) dengan total dana yang diberikan sebesar Rp27,3 miliar.
Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Rionald Silaban mengatakan, Indonesia memerlukan langkah cepat dan tepat serta ada sinergitas untuk penanganan korona. Konsorsium riset yang dibentuk Kemenristek/BRIN merupakan satu di antara wujud nyata dari langkah tersebut. ”Oleh karena itu, LPDP menyambut baik pendanaan konsorsium ini,” katanya.
Rionald menjelaskan, LPDP telah melakukan refocusing anggaran riset untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp90 miliar. Anggaran tersebut telah dipakai untuk mendanai 132 proyek riset di pendanaan tahap pertama senilai Rp60 miliar. (Lihat videonya: Penjaga Masjid Lakukan Aksi Heroik Selamatkan Kotak Amal)
Menurut Rionald, LPDP sebagai pengelola dana abadi pendidikan memiliki fleksibilitas dalam pendanaan riset. Fleksibilitas dalam pendanaan riset bersifat lintas tahun dan juga bisa membiayai mesin atau peralatan riset yang dibutuhkan.
Selain itu, juga mekanisme pencairan dana riset yang bisa secara langsung atau tidak melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). ”Dengan fleksibilitas ini, LPDP berharap bisa memfasilitasi riset untuk mencapai output riset yang ditetapkan,” ucapnya. (Neneng Zubaidah)
Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Rionald Silaban mengatakan, Indonesia memerlukan langkah cepat dan tepat serta ada sinergitas untuk penanganan korona. Konsorsium riset yang dibentuk Kemenristek/BRIN merupakan satu di antara wujud nyata dari langkah tersebut. ”Oleh karena itu, LPDP menyambut baik pendanaan konsorsium ini,” katanya.
Rionald menjelaskan, LPDP telah melakukan refocusing anggaran riset untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp90 miliar. Anggaran tersebut telah dipakai untuk mendanai 132 proyek riset di pendanaan tahap pertama senilai Rp60 miliar. (Lihat videonya: Penjaga Masjid Lakukan Aksi Heroik Selamatkan Kotak Amal)
Menurut Rionald, LPDP sebagai pengelola dana abadi pendidikan memiliki fleksibilitas dalam pendanaan riset. Fleksibilitas dalam pendanaan riset bersifat lintas tahun dan juga bisa membiayai mesin atau peralatan riset yang dibutuhkan.
Selain itu, juga mekanisme pencairan dana riset yang bisa secara langsung atau tidak melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). ”Dengan fleksibilitas ini, LPDP berharap bisa memfasilitasi riset untuk mencapai output riset yang ditetapkan,” ucapnya. (Neneng Zubaidah)
(ysw)
Lihat Juga :