BMKG: Teknologi Modifikasi untuk Minimalkan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah
Senin, 02 Januari 2023 - 23:24 WIB
loading...
BNPB bersama BMKG menggunakan teknologi modifikasi cuaca di wilayah Jawa Tengah untuk mengurangi intensitas hujan. Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) Dwikorita Karnawati menyampaikan, puncak musim hujan di Jawa Tengah diperkirakan terjadi pada Januari-Februari 2023. Selain hujan, wilayah Jawa Tengah juga berpotensi mengalami gelombang tinggi dan angin.
Sejak 1 Januari 2023, BNPB bersama BMKG telah mengoperasikan 1 pesawat cassa milik TNI untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Jawa Tengah. Lewat TMC, diharapkan intensitas hujan yang turun dapat berkurang.
"Garam akan ditabur di atas Laut jawa sehingga awan-awan dipaksa menurunkan hujannya sebelum memasuki wilayah Jawa Tengah. Kita memang tidak bisa mencegah, namun harapannya dapat mengurangi intensitas hujan yang tadinya lebat menjadi sedang, dan sedang menjadi ringan," ujar Dwikorita, Senin (2/1/2023) dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Banjir di Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta, Pemerintah Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan BNPB, khususnya bantuan TMC.
"Dua hari ini hujannya berhenti berkat TMC yang dilakukan oleh BNPB dan BMKG berhasil sehingga banjir bisa surut," kata Ganjar.
Tinjauan selanjutnya dilakukan di Stasiun Tawang, yang sempat terendam saat banjir melanda Kota Semarang pada Sabtu (31/12) lalu.
Sejak 1 Januari 2023, BNPB bersama BMKG telah mengoperasikan 1 pesawat cassa milik TNI untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Jawa Tengah. Lewat TMC, diharapkan intensitas hujan yang turun dapat berkurang.
"Garam akan ditabur di atas Laut jawa sehingga awan-awan dipaksa menurunkan hujannya sebelum memasuki wilayah Jawa Tengah. Kita memang tidak bisa mencegah, namun harapannya dapat mengurangi intensitas hujan yang tadinya lebat menjadi sedang, dan sedang menjadi ringan," ujar Dwikorita, Senin (2/1/2023) dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Banjir di Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta, Pemerintah Siapkan Teknologi Modifikasi Cuaca
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan BNPB, khususnya bantuan TMC.
"Dua hari ini hujannya berhenti berkat TMC yang dilakukan oleh BNPB dan BMKG berhasil sehingga banjir bisa surut," kata Ganjar.
Tinjauan selanjutnya dilakukan di Stasiun Tawang, yang sempat terendam saat banjir melanda Kota Semarang pada Sabtu (31/12) lalu.
Lihat Juga :