Itjen Kawal Program Studi Lanjut Luar Negeri Kemenag
Kamis, 29 Desember 2022 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Duta Besar, Lutfi Rauf, mengharapkan perlu ada perbaikan tata kelola program studi lanjut. “Perlu adanya perbaikan tata kelola dari hulu ke hilir dan dilakukan satu pintu melalui Kemenag,” tuturnya.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI, Bambang Suryadi, menambahkan bahwa setiap tahun sekitar 1.500 mahasiswa studi lanjut dan sudah total sekitar 12.000 mahasiswa Indonesia di Mesir.
“Saat ini tantangannya adalah bagaimana meningkatkan mutu input mahasiswa sehingga dapat lulus tepat waktu,” pesan Bambang.
Inspektur Jenderal juga melakuan pertemuan dengan penerima beasiswa 5000 Doktor. Faisal berpesan agar sumberdaya manusia yang berkualitas ini dapat disalurkan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) setelah mereka lulus dan menjadi pelopor moderasi beragama di Indonesia.
Sebagaimana diketahui Kemenag memiliki program 5000 Doktor yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag sebagai bagian dari peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan tinggi Islam. Ini sekaligus menjadi arah kebijakan Pemerintah dalam pendidikan nasional, salah satunya yang diselenggarakan di Mesir.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI, Bambang Suryadi, menambahkan bahwa setiap tahun sekitar 1.500 mahasiswa studi lanjut dan sudah total sekitar 12.000 mahasiswa Indonesia di Mesir.
“Saat ini tantangannya adalah bagaimana meningkatkan mutu input mahasiswa sehingga dapat lulus tepat waktu,” pesan Bambang.
Inspektur Jenderal juga melakuan pertemuan dengan penerima beasiswa 5000 Doktor. Faisal berpesan agar sumberdaya manusia yang berkualitas ini dapat disalurkan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) setelah mereka lulus dan menjadi pelopor moderasi beragama di Indonesia.
Sebagaimana diketahui Kemenag memiliki program 5000 Doktor yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag sebagai bagian dari peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan tinggi Islam. Ini sekaligus menjadi arah kebijakan Pemerintah dalam pendidikan nasional, salah satunya yang diselenggarakan di Mesir.
(srf)
Lihat Juga :