BNPT Akan Perketat Pengawasan Eks Napiter Pasca Teror Bom di Polsek Astana Anyar

Kamis, 29 Desember 2022 - 02:25 WIB
loading...
BNPT Akan Perketat Pengawasan...
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan perlu adanya evaluasi menyeluruh dengan berbagai stakeholder terkait aksi terorisme di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan melakukan sejumlah evaluasi tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung dengan pelaku eks narapidana terorisme (Napiter) Agus Sujatno.

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan perlu adanya evaluasi menyeluruh dengan berbagai stakeholder terkait aksi terorisme tersebut.Baca juga: Disebut Kecolongan Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astana Anyar, Densus 88 Angkat Bicara

"Jadi, terhadap peristiwa ini (bom bunuh diri Polsek Astana Anyar) tentu menjadi bagian yang kita evaluasi, kita koreksi di mana letak kekurangan kerja sama kita di antara stakeholder," ujar Boy saat menggelar rilis akhir tahun 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2022).

Tak hanya itu, Boy menuturkan, pihaknya juga bakal menggandeng berbagai instansi pemerintahan daerah guna terus mengawal mantan napiter yang kembali terjun di lingkungan masyarakat.

"Oleh karena itu sistem pemantauan terhadap napiter ini nanti kita akan juga mengajak unsur-unsur pemerintah daerah, aparat-aparat satuan kewilayahan seperti Polres, Kodim, di polres ada Babinsa, Babinkamtibmas," tuturnya.

"Ini akan menjadi yang kita berikan tembusan, sehingga keberadaan keberadaan orang orang-orang ini di setiap desa di setiap daerah, bisa dipantau bersama-sama," sambungnya.

Diketahui, bom bunuh diri diPolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022) menewaskan dua orang, yakni pelaku Agus Sujatno (34) dan seorang polisi bernama Aiptu Sofyan Didu. Tujuh polisi lain luka-luka.

Pelaku Agus Sujatno alias Abu Muslim sendiri ternyata memiliki pemahaman yang radikal. Bahkan, pelaku bom bunuh diri Mapolsek Astana Anyar itu tidak dapat menerima sistem pemerintahan sah di Indonesia.

"Berdasarkan kemampuan dan keahlian tersangka, tersangka ini militan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mapolda Jabar, Rabu (21/12/2022). Baca juga: Terungkap, 1 Ransel Bom Bunuh Diri Mapolsek Astana Anyar Bandung Gagal Meledak

“Artinya, dia mempunyai kemampuan. Jadi, dari jaringan JAD ini, pelaku salah satu yang memiliki keahlian dalam merencanakan, merakit dan membuat bom," sambungnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut
Dampak Nyata Perang...
Dampak Nyata Perang Iran dan AS-Israel Terhadap Keamanan Indonesia
Zero Terrorist Attack...
Zero Terrorist Attack di Era Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Lemkapi: Pencapaian Besar Polri
Ekstremisme Kekerasan...
Ekstremisme Kekerasan di Asia Tenggara
UI Gelar Diskusi Membedah...
UI Gelar Diskusi Membedah Peta Terbaru Ancaman Terorisme Global
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Ledakan Terjadi di Masjid...
Ledakan Terjadi di Masjid Jember, Kapolda Jatim: Tidak Ada Korban
Rekomendasi
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Berita Terkini
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Prabowo Bertemu Menlu...
Prabowo Bertemu Menlu Qatar di Istana Merdeka, Ini Tiga Poin yang Dibahas
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
BGN Stop Penyaluran...
BGN Stop Penyaluran MBG selama Libur Sekolah
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved