Fadli Zon Ungkap 2 Hal Penting Perlu Dikawal agar Konsolidasi Demokrasi Tak Terus Terkikis
Rabu, 28 Desember 2022 - 22:30 WIB
loading...
Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan dua hal penting yang perlu dikawal agar konsolidasi demokrasi Indonesia tidak terus terkikis. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan dua hal penting yang perlu dikawal agar konsolidasi demokrasi Indonesia tidak terus terkikis. Pertama, kata dia, menjaga kepastian penyelenggaraan Pemilu 2024 .
“Pada 14 Desember lalu, pemilu sudah masuk ke dalam tahapan penetapan peserta. Ada 17 Parpol dan 6 Parpol lokal Aceh yang telah ditetapkan KPU. Namun, bukan berarti penyelenggaraan pemilu 2024 sudah aman dari ancaman penundaan,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya mengenai catatan politik akhir tahun, Rabu (28/12/2022).
Dia menuturkan, bulan lalu misalnya, sejumlah media melaporkan masih adanya wacana penundaan pemilu yang datang dari aktor-aktor politik. Sebagai wacana yang inkonstitusional, lanjut dia, pemerintah hendaknya tak lagi membiarkan ketidakpastian penyelenggaraan pemilu, karena bisa merusak aspek konstitusionalitas, struktural, dan politis pada sistem demokrasi Indonesia.
Baca juga: Fadli Zon Puji Vietnam Sudah Mampu Ekspor Mobil Listrik ke AS
Ironisnya, kata Fadli Zon, wacana penundaan pemilu didorong dalam kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim pemerintah bergerak impresif. “Ini terlihat dari ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh sebesar 5,72% (yoy) ketika banyak negara mengalami pertumbuhan ekonomi negatif,” tuturnya.
Dia berpendapat, semestinya kinerja ekonomi yang impresif ini justru dapat menjadi katalis untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan dan kualitas demokrasi, nukan sebaliknya. “Inilah yang oleh Willaim J. Bernstein dalam bukunya The Birth of Plenty, yang dengan tegas menyimpulkan bahwa economic prosperity seharusnya merupakan faktor kunci lahir dan bertahannya demokrasi, bukan justru mematikan demokrasi,” imbuhnya.
“Pada 14 Desember lalu, pemilu sudah masuk ke dalam tahapan penetapan peserta. Ada 17 Parpol dan 6 Parpol lokal Aceh yang telah ditetapkan KPU. Namun, bukan berarti penyelenggaraan pemilu 2024 sudah aman dari ancaman penundaan,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya mengenai catatan politik akhir tahun, Rabu (28/12/2022).
Dia menuturkan, bulan lalu misalnya, sejumlah media melaporkan masih adanya wacana penundaan pemilu yang datang dari aktor-aktor politik. Sebagai wacana yang inkonstitusional, lanjut dia, pemerintah hendaknya tak lagi membiarkan ketidakpastian penyelenggaraan pemilu, karena bisa merusak aspek konstitusionalitas, struktural, dan politis pada sistem demokrasi Indonesia.
Baca juga: Fadli Zon Puji Vietnam Sudah Mampu Ekspor Mobil Listrik ke AS
Ironisnya, kata Fadli Zon, wacana penundaan pemilu didorong dalam kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim pemerintah bergerak impresif. “Ini terlihat dari ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh sebesar 5,72% (yoy) ketika banyak negara mengalami pertumbuhan ekonomi negatif,” tuturnya.
Dia berpendapat, semestinya kinerja ekonomi yang impresif ini justru dapat menjadi katalis untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan dan kualitas demokrasi, nukan sebaliknya. “Inilah yang oleh Willaim J. Bernstein dalam bukunya The Birth of Plenty, yang dengan tegas menyimpulkan bahwa economic prosperity seharusnya merupakan faktor kunci lahir dan bertahannya demokrasi, bukan justru mematikan demokrasi,” imbuhnya.
Lihat Juga :