Dituduh Radikal, Neno Warisman: Aku Gak Apa-apa Sih
Sabtu, 11 Juli 2020 - 23:49 WIB
loading...
Neno Warisman dalam video yang diunggah saluran youtube Refly Harun. Foto/tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Setelah meninggalkan dunia tarik suara dan film saat mulai mengenakan jilbab, Neno Warisman dikenal lebih banyak berkecimpung di bidang keagamaan. Bahkan lambat laun, Neno dicitrakan kekanan-kananan alias agak ekstrem pandangan agamanya.
Pandangan miring itu semakin kuat dalam Pilpres 2019 lalu ketika perempuan seniman itu Neno tampil dengan puisi Perang Badar-nya. Puisi itu dianggap menyerang pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Soal itu, Neno mengatakan bahwa sebenarnya puisi itu ditujukan untuk mengingatkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang akan dilantik sebagai pemimpin DKI.
"Karena menjadi pemimpin itu bantal tidurnya neraka," ujar Neno dalam wawancara dengan Refly Harun yang videonya diunggah di youtube pada Jumat (10/7/2020) malam.
(Baca: Refly ke Neno Warisman: Ada Masalah Apa dengan Jokowi?)
Menurut Neno, apa yang dilakukannya itu berasal dari rasa empati sosialnya yang sudah dibangun sang ibu sejak kecil. Kisah-kisah perjuangan para nabi dan tokoh-tokoh Islam dalam sejarah diperolehnya baik dari penuturan sang ibu maupun membaca.
”Saya membaca sejak umur 5 tahun,” kata Neno. ”Pantas jadi radikal ya,” celetuk Refly dalam video berjudul “Jokowi dan Obsesi Neno Warisman” itu.
Pandangan miring itu semakin kuat dalam Pilpres 2019 lalu ketika perempuan seniman itu Neno tampil dengan puisi Perang Badar-nya. Puisi itu dianggap menyerang pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Soal itu, Neno mengatakan bahwa sebenarnya puisi itu ditujukan untuk mengingatkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang akan dilantik sebagai pemimpin DKI.
"Karena menjadi pemimpin itu bantal tidurnya neraka," ujar Neno dalam wawancara dengan Refly Harun yang videonya diunggah di youtube pada Jumat (10/7/2020) malam.
(Baca: Refly ke Neno Warisman: Ada Masalah Apa dengan Jokowi?)
Menurut Neno, apa yang dilakukannya itu berasal dari rasa empati sosialnya yang sudah dibangun sang ibu sejak kecil. Kisah-kisah perjuangan para nabi dan tokoh-tokoh Islam dalam sejarah diperolehnya baik dari penuturan sang ibu maupun membaca.
”Saya membaca sejak umur 5 tahun,” kata Neno. ”Pantas jadi radikal ya,” celetuk Refly dalam video berjudul “Jokowi dan Obsesi Neno Warisman” itu.
Lihat Juga :