Ketum IJTI: Ciri Jurnalisme Positif Adalah Mengedepankan Rasional dan Hati Nurani
Senin, 26 Desember 2022 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: IJTI Ungkap Ada 19 sampai 22 Pasal dalam KUHP yang Ganggu Kemerdekaan Pers
"Pada dasarnya bagaimana kita kemudian lakukan peliputan perencanaan produksi penayangan sehingga apapun objek hal peristiwa yang kita liput kemudian menyampaikan kepada publik dalam bentuk yang bijaksana, publik tidak menerimanya dengan salah," kata dia.
Lebih lanjut, kata dia, jurnalisme positif juga digunakan agar pemahaman publik terkait suatu informasi dapat tercerahkan.
"Bagaimana publik memahami bahwa korupsi itu adalah kejahatan yang sangat luar biasa. Jadi kita tidak ingin menyampaikan sesuatu yang ala kadarnya. Kalau berita konflik bukan berarti kita menyulut konflik-konflik berikutnya tapi kita akan menyampaikan konflik ini harus berhenti sehingga tidak menyebar ke tempat lain dan kemudian kedamaian segera kembali," tuturnya.
"Pada dasarnya bagaimana kita kemudian lakukan peliputan perencanaan produksi penayangan sehingga apapun objek hal peristiwa yang kita liput kemudian menyampaikan kepada publik dalam bentuk yang bijaksana, publik tidak menerimanya dengan salah," kata dia.
Lebih lanjut, kata dia, jurnalisme positif juga digunakan agar pemahaman publik terkait suatu informasi dapat tercerahkan.
"Bagaimana publik memahami bahwa korupsi itu adalah kejahatan yang sangat luar biasa. Jadi kita tidak ingin menyampaikan sesuatu yang ala kadarnya. Kalau berita konflik bukan berarti kita menyulut konflik-konflik berikutnya tapi kita akan menyampaikan konflik ini harus berhenti sehingga tidak menyebar ke tempat lain dan kemudian kedamaian segera kembali," tuturnya.
(cip)
Lihat Juga :