Kiai Sepuh NU Jatim Doakan Prabowo: Semoga yang Dicita-citakan di 2024 Terwujud
Senin, 26 Desember 2022 - 19:17 WIB
loading...
Menhan Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan sejumlah pimpinan pondok pesantren di Jawa Timur di Surabaya, Senin (26/12/2022). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan sejumlah pimpinan pondok pesantren di Jawa Timur di Surabaya, Senin (26/12/2022). Sejumlah kiai sepuh hadir dalam acara tersebut.
Mereka yang hadir adalah KH Nurul Huda Jazuli dan Gus Abdurrahman Kautsar dari Ponpes Ploso Kediri, KH Anwar Mansur dari Ponpes Lirboyo, KH Ubaidilah Faqih dari Ponpes Langitan Tuban, KH Fuad Nurhasan dari Ponpes Sidogiri Pasuruan, KH Ali Masyhuri Sidoarjo. Kemudian KH Marzuki Mustamar Malang, KH Abdul Matin Tuban, KH Ahmad Faiz Abdul Haq dari Ponpes Nurul Jadid Probolinggo.
Selanjutnya Gus Fahim Ruyani dari Ponpes Ploso Kediri, KH Cholil Nawawi Jalil dari Ponpes Sidogiri Pasuruan, Gus Adibus Soleh Anwar dari Ponpes Lirboyo Kediri, Lora Karrol Schal dari Ponpes Syaikhona Kholil Bangkalan, Gus Aliki Banyuwangi dan Gus Alawi Ubaidilah Faqih dari Ponpes Langitan Tuban.
Baca juga: Senyum Bahagia Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Kaki Palsu dari Prabowo
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, Prabowo banyak mendengarkan masukan dari para kiai sepuh yang merupakan pimpinan dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur dan berdiskusi tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Peran Kiai dan Nahdlatul Ulama begitu penting dalam menjaga keutuhan negara.
"Mereka bersilaturahmi dengan Menteri Pertahanan di Surabaya selama 2,5 jam. Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan khidmat ini Menhan banyak mengemukakan tentang pentingnya menjaga keutuhan negara. Dan selama ini para kiai dan NU selalu menjadi faktor penting bagi keutuhan negara. Di saat-saat yang genting kiai-kiai dan NU selalu tampil menyelamatkan negara," kata Muzani meniru pernyataan Prabowo saat berbincang dengan para kiai.
"Seperti tahun 1945 dalam peristiwa 10 November, di mana fatwa jihad telah jadi bukti dan contoh bagi perjuangan bangsa kita. Demikian juga semasa berbagai macam pemberontakan terjadi, NU telah mengambil peranan penting guna menyelamatkan negara. Termasuk di tahun 1965 saat peristiwa G30S PKI dan tahun 1998 pada masa peralihan kekuasaan Orde Baru ke reformasi," kata Wakil Ketua MPR itu.
Mereka yang hadir adalah KH Nurul Huda Jazuli dan Gus Abdurrahman Kautsar dari Ponpes Ploso Kediri, KH Anwar Mansur dari Ponpes Lirboyo, KH Ubaidilah Faqih dari Ponpes Langitan Tuban, KH Fuad Nurhasan dari Ponpes Sidogiri Pasuruan, KH Ali Masyhuri Sidoarjo. Kemudian KH Marzuki Mustamar Malang, KH Abdul Matin Tuban, KH Ahmad Faiz Abdul Haq dari Ponpes Nurul Jadid Probolinggo.
Selanjutnya Gus Fahim Ruyani dari Ponpes Ploso Kediri, KH Cholil Nawawi Jalil dari Ponpes Sidogiri Pasuruan, Gus Adibus Soleh Anwar dari Ponpes Lirboyo Kediri, Lora Karrol Schal dari Ponpes Syaikhona Kholil Bangkalan, Gus Aliki Banyuwangi dan Gus Alawi Ubaidilah Faqih dari Ponpes Langitan Tuban.
Baca juga: Senyum Bahagia Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Kaki Palsu dari Prabowo
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, Prabowo banyak mendengarkan masukan dari para kiai sepuh yang merupakan pimpinan dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur dan berdiskusi tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Peran Kiai dan Nahdlatul Ulama begitu penting dalam menjaga keutuhan negara.
"Mereka bersilaturahmi dengan Menteri Pertahanan di Surabaya selama 2,5 jam. Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan khidmat ini Menhan banyak mengemukakan tentang pentingnya menjaga keutuhan negara. Dan selama ini para kiai dan NU selalu menjadi faktor penting bagi keutuhan negara. Di saat-saat yang genting kiai-kiai dan NU selalu tampil menyelamatkan negara," kata Muzani meniru pernyataan Prabowo saat berbincang dengan para kiai.
"Seperti tahun 1945 dalam peristiwa 10 November, di mana fatwa jihad telah jadi bukti dan contoh bagi perjuangan bangsa kita. Demikian juga semasa berbagai macam pemberontakan terjadi, NU telah mengambil peranan penting guna menyelamatkan negara. Termasuk di tahun 1965 saat peristiwa G30S PKI dan tahun 1998 pada masa peralihan kekuasaan Orde Baru ke reformasi," kata Wakil Ketua MPR itu.
Lihat Juga :