Mendagri Anugerahi Gubernur Jatim Penghargaan Provinsi Terinovatif di Indonesia
Jum'at, 23 Desember 2022 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Tito, partisipasi indeks inovasi meningkat dari tahun ke tahun. Untuk itu, Tito mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bagi daerah yang mendapat penghargaan mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) supaya motivasi nya lebih tinggi lagi. Sedangkan daerah yang belum mendapatkan penghargaan ini, mereka terpacu untuk berinovasi. "Inovasi jantungnya kemajuan dan untuk pemerintah jantungnya birokrasi," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Khofifah mengungkapkan penghargaan yang diterima ini merupakan hasil kerja keras semua pihak. Khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim yang terus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat.
"Saya mengajak seluruh ASN Pemprov Jawa Timur untuk menjadikan apresiasi IGA Award dari Kemendagri 2022 bagi Jawa Timur sebagai provinsi terinovatif rangking satu sebagai pendorong bagi kita untuk terus berinovasi. Memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat Jawa Timur serta percepatan perwujudan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga mendapatkan IGA Award 2022 dengan mempresentasikan dua inovasi, yakni inovasi digital Samsat 4.0 dan inovasi non digital Eko-Tren. Khofifah menjelaskan, inovasi digital Samsat 4.0 merupakan transformasi digital dari ATM Samsat.
Samsat 4.0 merupakan layanan pembayaran pajak digital dengan bukti bayar sekaligus pengesahan berbasis QR Code pertama di Indonesia. "Alhamdulillah, kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Jatim yang terus diiringi dengan inovasi pelayanan publik yang transformatif dengan perkembangan teknologi terkini," katanya.
Wujud inovasi layanan Samsat 4.0 merupakan pengembangan ATM Samsat yang pada 2015 lalu telah masuk dalam TOP 25 Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik). ATM Samsat mengembangkan konsep self service dalam pembayaran pajak dengan menggunakan mesin anjungan khusus. Kini, melalui Samsat 4.0 inovasi itu dikembangkan lagi dengan menambahkan platform digital untuk pembayaran pajak sehingga tidak membutuhkan mesin khusus lagi.
Bahkan, Samsat 4.0 juga menerbitkan Tanda Bukti Pembayaran Pajak Kendaraan yang disahkan secara elektronik (e-TBPKP) menggunakan QR-Code. "E-TBPKP dengan pengesahan menggunakan QR-Code ini secara nasional baru diterapkan di Jatim. Membayar pajak menjadi sangat efisien karena tidak perlu ke Samsat sama sekali. Pembayaran cukup lewat aplikasi, tanda buktinya langsung terbit tanpa perlu datang ke Kantor Samsat," tuturnya.
Sementara inovasi non digital Eko-Tren, kata Khofifah, Pemprov Jatim berupaya mendorong perekonomian inklusif dengan pendekatan pemberdayaan santri, alumni dan masyarakat di lingkungan Pesantren.
Sementara itu, Gubernur Khofifah mengungkapkan penghargaan yang diterima ini merupakan hasil kerja keras semua pihak. Khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim yang terus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat.
"Saya mengajak seluruh ASN Pemprov Jawa Timur untuk menjadikan apresiasi IGA Award dari Kemendagri 2022 bagi Jawa Timur sebagai provinsi terinovatif rangking satu sebagai pendorong bagi kita untuk terus berinovasi. Memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat Jawa Timur serta percepatan perwujudan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga mendapatkan IGA Award 2022 dengan mempresentasikan dua inovasi, yakni inovasi digital Samsat 4.0 dan inovasi non digital Eko-Tren. Khofifah menjelaskan, inovasi digital Samsat 4.0 merupakan transformasi digital dari ATM Samsat.
Samsat 4.0 merupakan layanan pembayaran pajak digital dengan bukti bayar sekaligus pengesahan berbasis QR Code pertama di Indonesia. "Alhamdulillah, kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Jatim yang terus diiringi dengan inovasi pelayanan publik yang transformatif dengan perkembangan teknologi terkini," katanya.
Wujud inovasi layanan Samsat 4.0 merupakan pengembangan ATM Samsat yang pada 2015 lalu telah masuk dalam TOP 25 Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik). ATM Samsat mengembangkan konsep self service dalam pembayaran pajak dengan menggunakan mesin anjungan khusus. Kini, melalui Samsat 4.0 inovasi itu dikembangkan lagi dengan menambahkan platform digital untuk pembayaran pajak sehingga tidak membutuhkan mesin khusus lagi.
Bahkan, Samsat 4.0 juga menerbitkan Tanda Bukti Pembayaran Pajak Kendaraan yang disahkan secara elektronik (e-TBPKP) menggunakan QR-Code. "E-TBPKP dengan pengesahan menggunakan QR-Code ini secara nasional baru diterapkan di Jatim. Membayar pajak menjadi sangat efisien karena tidak perlu ke Samsat sama sekali. Pembayaran cukup lewat aplikasi, tanda buktinya langsung terbit tanpa perlu datang ke Kantor Samsat," tuturnya.
Sementara inovasi non digital Eko-Tren, kata Khofifah, Pemprov Jatim berupaya mendorong perekonomian inklusif dengan pendekatan pemberdayaan santri, alumni dan masyarakat di lingkungan Pesantren.
Lihat Juga :