Sekjen PDIP: Tidak Ada Pemimpin Tanpa Meniti Jalan Intelektual
Rabu, 21 Desember 2022 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan buku ini, terbangun spirit agar kita membedah masalah hidup kita dengan ilmu. Kalau teman mahasiswa mampu galang ide, imajinasi, dan spirit, maka Anda akan mampu merumuskan bagaimana masa depan diri sendiri, bangsa dan negara Anda," urai Hasto.
"Alangkah hebatnya jika kampus bisa menggembleng mahasiswanya agar kuasai iptek, karena itulah jalan terbaik bagi kemajuan bangsa. Tak ada jalan terbaik kemajuan bangsa tanpa mengusai iptek yang membumi," kata Hasto.
Hasto mengatakan, buku ini mengajarkan mengenai dedication of life bagi bangsa dan negara. Dengan mempelajari Soekarno-Hatta, mahasiswa diharap bisa mentradisikan kepemimpinan intelektual dengan membaca buku, diskusi, percobaan ilmiah yang kokrit.
Hasto juga menyinggung soal filosofi merdeka belajar yang juga dibahas di buku itu. Menurutnya, pendidikan merdeka adalah intisari dari upaya panjang mengapa Indoenesia harus merdeka, yakni bagaimana pendidikan pada ujungnya harus bisa membebaskan rakyat dari segala permasalahan.
Filosofi pendidikan merdeka adalah pendidikan yang membebaskan; yang mencerdaskan bangsa; sekaligus membebaskan bangsa dari konservatisme, dari kekolotan, dan dari kebodohan. "Inti sari dari seluruh tulisan tentang filosofi merdeka belajar, Islam dan nasionalisme, gotong royong, kebudayaan membangun karakter bangsa, bagaimana membangun masa depan; itu semua berakar bahwa ilmu pengetahuan bagi para pendiri bangsa khususnya Bung Karno dan Bung Hatta, Itu dipakai untuk kemanusiaan," ujar Hasto.
Rektor Universitas Terbuka, Prof Ojat Darojat menyatakan buku Membumikan Ide dan Gagasan Soekarno-Hatta memberikan ruang pendalaman pembelajaran terhadap bagaimana supaya Pancasila sebagai ideologi negara, menjadi landasan hidup yang benar dapat dipertahankan dan diwariskan lintas generasi.
"Alangkah hebatnya jika kampus bisa menggembleng mahasiswanya agar kuasai iptek, karena itulah jalan terbaik bagi kemajuan bangsa. Tak ada jalan terbaik kemajuan bangsa tanpa mengusai iptek yang membumi," kata Hasto.
Hasto mengatakan, buku ini mengajarkan mengenai dedication of life bagi bangsa dan negara. Dengan mempelajari Soekarno-Hatta, mahasiswa diharap bisa mentradisikan kepemimpinan intelektual dengan membaca buku, diskusi, percobaan ilmiah yang kokrit.
Hasto juga menyinggung soal filosofi merdeka belajar yang juga dibahas di buku itu. Menurutnya, pendidikan merdeka adalah intisari dari upaya panjang mengapa Indoenesia harus merdeka, yakni bagaimana pendidikan pada ujungnya harus bisa membebaskan rakyat dari segala permasalahan.
Filosofi pendidikan merdeka adalah pendidikan yang membebaskan; yang mencerdaskan bangsa; sekaligus membebaskan bangsa dari konservatisme, dari kekolotan, dan dari kebodohan. "Inti sari dari seluruh tulisan tentang filosofi merdeka belajar, Islam dan nasionalisme, gotong royong, kebudayaan membangun karakter bangsa, bagaimana membangun masa depan; itu semua berakar bahwa ilmu pengetahuan bagi para pendiri bangsa khususnya Bung Karno dan Bung Hatta, Itu dipakai untuk kemanusiaan," ujar Hasto.
Rektor Universitas Terbuka, Prof Ojat Darojat menyatakan buku Membumikan Ide dan Gagasan Soekarno-Hatta memberikan ruang pendalaman pembelajaran terhadap bagaimana supaya Pancasila sebagai ideologi negara, menjadi landasan hidup yang benar dapat dipertahankan dan diwariskan lintas generasi.
Lihat Juga :