Tingkatkan Inovasi di Bidang Pangan, BSKDN Minta Daerah Manfaatkan Kearifan Lokal
Selasa, 13 Desember 2022 - 21:14 WIB
loading...
Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo meminta pemerintah daerah memanfaatkan kearifan lokal dalam meningkatkan inovasi di bidang pangan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) meminta pemerintah daerah (Pemda) manfaatkan kearifan lokal dalam setiap inovasi di bidang pangan yang dikembangkan.
Hal itu disampaikan Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat memberi arahan dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Kajian Issue Strategis yang mengusung tema "Penguatan Inovasi Daerah Dalam Mendukung Sumsel Mandiri Pangan Menuju Indonesia Maju". Gelaran tersebut diselenggarakan di Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Yusharto menjelaskan, Indonesia terkenal memiliki beragam kearifan lokal, terlebih di bidang pangan. Hasil bumi dan laut yang melimpah sangat sayang bila tidak dikembangkan dengan baik dan benar. Oleh karenanya, hal itu perlu dimanfaatkan untuk membangun inovasi di bidang kemandirian pangan. Upaya ini dapat dimulai dari langkah sederhana dengan menamam sendiri sayuran yang dikonsumsi atau memelihara ikan yang kaya akan protein.
Baca juga: Jokowi Teken Perpres Cadangan Pangan, Bulog Jaga Stok Beras, Jagung dan Kedelai
"Kita bisa mulai menanam tanaman cepat panen seperti cabai, bayam, kangkung dan sayuran lainnya di halaman rumah, yang bisa 10 hari panen. Kita juga bisa memelihara ikan di rumah, misal ikan mujaer sebagai sumber protein," ungkap Yusharto, Selasa (13/12/2022).
Baca juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Gerakan Petani Milenial Dimulai dari Papua
Dirinya mengingatkan daerah agar mulai waspada terhadap kemungkinan sejumlah komoditas menyebabkan tingginya inflasi seperti bawang, cabai, hingga minyak goreng. Yusharto menambahkan, selain menanam tanaman cepat panen, upaya mengatasi inflasi juga dapat dilakukan melalui memperpanjang usia simpan produk.
Hal itu disampaikan Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat memberi arahan dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Kajian Issue Strategis yang mengusung tema "Penguatan Inovasi Daerah Dalam Mendukung Sumsel Mandiri Pangan Menuju Indonesia Maju". Gelaran tersebut diselenggarakan di Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Yusharto menjelaskan, Indonesia terkenal memiliki beragam kearifan lokal, terlebih di bidang pangan. Hasil bumi dan laut yang melimpah sangat sayang bila tidak dikembangkan dengan baik dan benar. Oleh karenanya, hal itu perlu dimanfaatkan untuk membangun inovasi di bidang kemandirian pangan. Upaya ini dapat dimulai dari langkah sederhana dengan menamam sendiri sayuran yang dikonsumsi atau memelihara ikan yang kaya akan protein.
Baca juga: Jokowi Teken Perpres Cadangan Pangan, Bulog Jaga Stok Beras, Jagung dan Kedelai
"Kita bisa mulai menanam tanaman cepat panen seperti cabai, bayam, kangkung dan sayuran lainnya di halaman rumah, yang bisa 10 hari panen. Kita juga bisa memelihara ikan di rumah, misal ikan mujaer sebagai sumber protein," ungkap Yusharto, Selasa (13/12/2022).
Baca juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Gerakan Petani Milenial Dimulai dari Papua
Dirinya mengingatkan daerah agar mulai waspada terhadap kemungkinan sejumlah komoditas menyebabkan tingginya inflasi seperti bawang, cabai, hingga minyak goreng. Yusharto menambahkan, selain menanam tanaman cepat panen, upaya mengatasi inflasi juga dapat dilakukan melalui memperpanjang usia simpan produk.
Lihat Juga :