Kemenaker Siapkan Sejumlah Strategi Khusus untuk Tenaga Kerja Pasca-pandemi

Selasa, 13 Desember 2022 - 20:28 WIB
loading...
Kemenaker Siapkan Sejumlah...
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menggelar workshop bertema ‘Dialog Interaktif Tenaga Kerja dalam Negeri’ di Kota Jambi, Selasa (13/12/2022). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemenaker ) menyiapkan strategi-strategi khusus untuk tenaga kerja Indonesia pasca-pandemi Covid-19 . Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemenaker Nora Kartika Setyaningrum mengatakan ada sembilan lompatan strategi sebagai desain penting dari Kemenaker.

Pertama, transformasi Balai Latihan Kerja (BLK). Kedua, link and match ketenagakerjaan. Ketiga, pengembangan talenta muda. Keempat, transformasi program perluasan kesempatan kerja.

“(5) perluasan pasar kerja luar negeri; (6) visi baru hubungan industrial; (7) reformasi pengawasan ketenagakerjaan; (8) pengembangan ekosistem digital ketenagakerjaan, dan; (9) reformasi birokrasi," kata Nora Kartika dalam workshop bertema ‘Dialog Interaktif Tenaga Kerja dalam Negeri’ yang diselenggarakan Kemenaker di Kota Jambi, Selasa (13/12/2022).

Baca juga: Kemnaker: Kenaikan Upah Minimum 2023 Tidak Boleh Lebih dari 10%

Nora mengatakan lompatan strategi ini khususnya pada lompatan kedua, yaitu link and match ketenagakerjaan. “Sesuai dengan acara ini diharapkan mampu memperkuat tenaga kerja muda Indonesia, sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas ekonomi serta resiliensi dari tenaga kerja muda negara kita," kata Nora Kartika.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Bahari menyampaikan bahwa tenaga kerja sekarang ini harus menyesuaikan kondisi zaman pasca-pandemi. "Sekarang ini pasca-pandemi, tantangan, dan peluangnya berbeda. Kita harus menyesuaikan, tenaga kerja, apalagi yang muda-muda, harus menyesuaikan, siap dengan segala kondisi," ungkapnya.

Bahari menambahkan, kondisi Jambi saat ini relatif stabil dengan bermacam potensi yang bisa dikembangkan ke depan. "Jambi ini kan lengkap dalam hal opportunity. Kita punya wilayah perkebunan yang luas, sumber energi, juga ekonomi kreatif. Nah, anak-anak muda ini harus bisa menyesuaikan pasca-pandemi. Kita harus bersiap, ada ancaman resesi dan pergolakan ekonomi, maka semuanya harus dipersiapkan," katanya.

Pemuda asal Jambi yang juga praktisi bisnis Mohd. Indrawan Husairi mengungkapkan sekarang ini anak muda memegang peran. Dia melihat pandemi telah mengubah banyak hal.

“Siapa yang punya ide bagus dan bisa mengeksekusi idenya, dia punya peluang menang. Dan kebanyakan yang berani berjuang untuk ide-ide kreatifnya, ya anak muda. Saya mendukung penuh generasi muda Jambi maju, dalam segala bidang ekonomi, kreativitas, pengetahuan, budaya, dan sebagainya," kata Indrawan.

Indrawan mendorong agar anak-anak muda di Jambi tidak hanya menunggu peluang. "Pasca-pandemi, jangan hanya menunggu. Kita harus ambil peluang, gunakan kreativitas, kita ciptakan peluang," kata Indrawan yang juga terlahir dari keluarga besar Pondok Pesantren As'ad, salah satu pesantren tertua di Jambi.

"Saya mengapresiasi antusiasme teman-teman muda di Jambi, yang bersiap masuk ke pasar kerja dengan kreativitas. Kolaborasi yang pas antara pemerintah, anak muda dan masyarakat, serta para pelaku usaha, akan menjadikan Jambi semakin dinamis," kata Indrawan.

Ke depan, Indrawan berharap program-program pelatihan, dukungan Balai Latihan Kerja, serta program-program insentif untuk Tenaga Kerja Mandiri (TKM) mendorong pertumbuhan ekonomi dan kreativitas bisnis di Jambi dan sekitarnya. "Saya berkomitmen mendampingi generasi muda Jambi tumbuh dengan ide-ide kreatifnya, serta tersambung dengan sirkulasi bisnis, jadi bisa sustain, berkesinambungan," katanya.

Sebanyak seratus peserta yang hadir pada acara workshop ini terdiri dari Bursa Kerja Khusus Jambi, Universitas Jambi, UIN Jambi, Universitas Muhammadiyah Jambi, Universitas Batanghari dan kampus-kampus lain, serta perwakilan komunitas.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Resmi Berlanjut, Peserta Capai 150 Ribu Orang
Mendobrak Batas: 36...
Mendobrak Batas: 36 Profesi Buktikan Tunanetra Mampu Taklukkan Sektor Formal
Shelter Indonesia Perkenalkan...
Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi
Mantan Pegawai Kemnaker...
Mantan Pegawai Kemnaker Akui Kumpulkan Uang dari Swasta untuk Operasional Kantor hingga Gaji Honorer
Noel Cs Didakwa Lakukan...
Noel Cs Didakwa Lakukan Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker hingga Rp6,5 Miliar
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Rekomendasi
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Jepang Uji Coba 4 Hari...
Jepang Uji Coba 4 Hari Kerja untuk Ubah Stigma Negara Pekerja Keras
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved