Jujur dan Sederhana, Eks KSAU Ini Tak Mampu Lunasi Cicilan Rumah hingga Akhir Hayatnya

Senin, 12 Desember 2022 - 05:45 WIB
loading...
A A A
Terlahir dengan nama lengkap Elang Soeriadi Soeriadarma, di Banyuwangi, 6 Desember 1912 merupakan putra dari Suryaka Suryadarma pegawai sebuah bank di Banyuwangi.

Jujur dan Sederhana, Eks KSAU Ini Tak Mampu Lunasi Cicilan Rumah hingga Akhir Hayatnya

Suryadarma bersama istri dan anak-anaknya. Foto/istimewa

Elang merupakan gelar ningrat di Keraton Cirebon yang berarti Raden. Menyesuaikan ejaan baru namanya kemudian berubah menjadi Raden Suryadi Suryadarma. Suryadarma merupakan keturunan dari Keraton Kanoman

Buyut Suryadarma adalah Pangeran Jakaria atau Aryabrata dari Keraton Kanoman Cirebon yang merupakan keturunan langsung dari Sunan Gunung Jati. Silsilah inilah yang kelak memudahkan Suryadarma dalam menempuh pendidikan di sekolah milik Belanda.

Sesuai peraturan yang berlaku pada zaman itu, seorang anak anak yang mengikuti pendidikan di sekolah Hindia Belanda harus anak seorang bangsawan atau pembesar dan mempunyai orang tua yang dapat menjamin biaya pendidikan.

Sejak kecil, Suryadarma sudah menjadi yatim piatu. Dia tidak pernah mengenal sosok ibunya, sebab Sang Ibu meninggal dunia saat dirinya masih bayi. Pada saat Suryadarma berusia empat tahun, ayahnya menyusul ibunya menghadap Sang Pencipta.

Suryadarma kemudian dirawat oleh kakeknya Dr Boy Suryadarma atau Pangeran Boy “Abdul Rahman” Suryadarma yang merupakan dokter lulusan Sekolah Dokter Jawa dan ahli Metafisika. Dr Boy merupakan tokoh yang disegani masyarakat dan seorang nasionalis karena berkiblat pada Budi Utomo.

Menginjak usia 6 tahun, Suryadarma kemudian bersekolah di Eropese Lagere School (ELS). Sekolah khusus untuk anak-anak bangsa Eropa, Tiongkok, pribumi yan ghaknya telah disamakan dengan bangsa Eropa sesuai undang-undang yang berlaku.

Tamat dari ELS, Suryadarma kemudian melanjutkan pendidikannya di Hogere Burger School (HBS) dan lulus dengan nilai baik. Selanjutnya, Suryadarma memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi yaitu Koning Willem School (KWS) III di Kwitang, Jakarta Pusat.

Cita-citanya menjadi penerbang membawa Suryadarma memasuki pendidikan Koninklijke Militaire Academie (KMA), Breda, Belanda. Dari sinilah kelak mengantarkan Suryadarma mendirikan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) atau TNI AU.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Jadi Senjata Canggih...
Jadi Senjata Canggih Baru Indonesia, Ini Kehebatan Rudal Meteor
Tongkat Komando Lanud...
Tongkat Komando Lanud Manuhua Biak Beralih ke Kolonel Rohmat Kusmayadi
Rekomendasi
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved