Dianggap Keluar Rel, Jenderal TNI Bintang 3 Jadi Musuh Soeharto Ikut Petisi 50

Sabtu, 10 Desember 2022 - 07:21 WIB
loading...
Dianggap Keluar Rel, Jenderal TNI Bintang 3 Jadi Musuh Soeharto Ikut Petisi 50
Loyalitas Letjen TNI (Purn) M Jasin terhadap Presiden Soeharto kala itu sebenarnya tak perlu diragukan lagi, dia termasuk jenderal pendukung terbentuknya Orba. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Loyalitas Letjen TNI (Purn) M Jasin terhadap Presiden Soeharto kala itu sebenarnya tak perlu diragukan lagi. Jenderal bintang tiga kelahiran Sabang, Aceh, 22 Juli 1921 ini termasuk jenderal pendukung terbentuknya Orde Baru.

Wartawan Australia, David Jenkins menyebutkan, Jasin adalah orang penting di balik menangnya Soeharto pada Pemilu 1971.

"Jasin adalah penanggung jawab logistik Pemilu yang ditugaskan menjangkau wilayah-wilayah terpencil. Tetapi tugas itu pula yang menjadi awal keraguan dan kekecewaan Jasin terhadap Soeharto," kata David Jenkins dalam bukunya Soeharto & Barisan Jenderal Orba: Rezim Militer Indonesia 1975-1983, dikutip Sabtu (10/12/2022).

Baca juga: 10 Halaman Surat Jenderal Jasin kepada Soeharto

Jasin yang pernah menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) 1970-1973, justru menjadi jenderal yang memberikan kritikan keras terhadap Soeharto meski telah pensiun.

Jasin banyak mengirim surat kepada para pejabat pemerintahan dan DPR. Dari surat-surat itulah tampak sekali perkembangan pemikiran Jasin dan makin besarnya kekecewaan Jasin terhadap Soeharto.

"Pada 28 Juni 1974, ia (Jasin) mengirimkan surat sepanjang 10 halaman kepada Soeharto dengan kata-kata keras," tulis David Jenkins.

Baca juga: Murka Putrinya Digoda, Jenderal Bintang 3 Hajar Brigjen TNI Kepercayaan Istana

Naskah surat Jasin kepada Soeharto termuat dalam buku Jasin berjudul Apakah Perlu Pemerintah Dikoreksi? Di dalam surat tersebut Jasin banyak menguliti praktik bisnis pejabat pemerintah sekaligus menawarkan Peraturan Presiden 1974 tentang Pembatasan Kegiatan Pejabat Pemerintah dalam Bisnis Pribadi.

Mantan Pangdam I/Iskandar Muda 1960-1963 ini menjadi tokoh garis keras dan dia
dia adalah salah satu sosok dalam barisan Petisi 50, kelompok yang dicap sebagai musuh Soeharto. Di antara mereka para penandatangan petisi itu, Jasin tak pelak adalah tokoh paling vokal.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2507 seconds (10.177#12.26)